Olise Jadi Pahlawan, Zidane Pesta Gol dan Sepak Bola di Brussels: Belgia 0-1 Prancis

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Olise Jadi Pahlawan, Zidane Pesta Gol dan Sepak Bola di Brussels: Belgia 0-1 Prancis

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | BRUSSELS — Panggung Nations League menyajikan duel panas antara Belgia dan Prancis di Stadion King Baudouin, Brussels. Dalam laga yang berlangsung ketat, Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 berkat gol dramatis Michael Olise pada menit ke-88. Kemenangan ini menjadi catatan sempurna bagi pelatih baru Les Bleus, Zinedine Zidane, yang baru mencatatkan dua kemenangan beruntun sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Didier Deschamps.

Laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin. Belgia dan Prancis berada di Grup A1 bersama Italia dan Turki, sehingga setiap hasil memiliki implikasi besar terhadap peluang lolos. Prancis kini memimpin klasemen dengan enam poin, unggul tiga angka atas Belgia dan Italia, yang pada laga lain menghancurkan Turki dengan skor 4-1.

Rotasi Besar Zidane Berbuah Manis

Dengan padatnya jadwal empat laga Nations League dalam sepuluh hari serta absennya kapten dan striker utama Kylian Mbappe karena cedera, Zidane melakukan rotasi besar-besaran. Sembilan perubahan dilakukan dari starting line-up yang menang 1-0 atas Turki pada Jumat lalu. Keputusan itu sempat dipertanyakan, namun terbukti jitu.

Zidane memberikan debut kepada tiga pemain: Lucas Da Cunha, Andy Diouf, dan Jeremy Jacquet. Sementara Esteban Lepaul dipercaya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya. Da Cunha tampil mengesankan dengan 97 sentuhan dan nyaman di bawah tekanan. “Pelatih memberi saya kepercayaan penuh dan meminta saya melakukan apa yang biasa saya lakukan di klub, untuk mengekspresikan diri,” ujar Da Cunha usai laga.

Diouf harus bermain di posisi yang tidak familiar sebagai bek kiri, namun tampil disiplin. Jacquet yang mengisi posisi bek tengah mampu menahan gempuran Belgia dan mendapat pujian luas dari media Prancis. “Saya belum memikirkan soal mengokohkan diri. Saya menikmati prosesnya dan tidak ingin memberi tekanan berlebihan pada diri sendiri,” kata Jacquet.

Olise, Pembeda di Menit Akhir

Gol kemenangan lahir dari aksi individu luar biasa Olise. Bintang Bayern Munich itu masuk sebagai pemain pengganti dan memulai aksinya dari dalam area pertahanannya sendiri sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Belgia. Zidane pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Dia talenta murni dan dia mencintai permainan ini. Anda bisa melihatnya. Dia merasakan jalannya pertandingan. Saya senang berada di sisinya,” ujar Zidane kepada TF1.

Selebrasi Zidane menjadi sorotan tersendiri. Pria berusia 54 tahun itu berlari ke tepi lapangan dan menendang bola dengan teknik tinggi, mengingatkan pada aksi Antonio Conte di Euro 2016. “Saya bahkan tidak tahu apa yang saya lakukan. Yang pasti saya mengikuti aksi Michael karena saya merasa dia akan memulai dribelnya. Lalu saya melihat bola dan terdorong untuk menendangnya. Agak konyol, tapi tidak masalah,” tuturnya sambil tersenyum.

Maignan dan Moreira, Duel Sesama Milan

Laga ini juga menjadi panggung bagi dua pemain AC Milan. Kiper Prancis, Mike Maignan, tampil solid dengan catatan clean sheet dan dua penyelamatan penting. Ia mendapat rating 7,2 dari Sofascore. Di sisi lain, winger Belgia Diego Moreira yang kembali dimainkan di sayap kiri mendapat nilai 6,5, sedikit tercoreng oleh kartu kuning yang ia terima.

Media Italia menyebut Moreira sebagai “bintang” Belgia meski tak mampu mengubah jalannya pertandingan melawan lawan yang sangat kuat. Sementara itu, Koni De Winter dan Adrien Rabiot harus puas duduk di bangku cadangan tanpa mencatatkan menit bermain.

Jadwal Berikutnya

Prancis akan menjamu Italia di Stade de France pada Jumat, dalam laga yang akan menjadi momen homecoming bagi Zidane. Selanjutnya, Les Bleus kembali menjamu Belgia pada Senin pekan berikutnya. “Kami butuh istirahat sekarang. Kami banyak melakukan perjalanan dan minim latihan maupun istirahat,” ujar Zidane. “Kami bermain sangat baik di setiap lini. Melawan Belgia yang sangat bagus dan membuat kami menderita, kami bertahan, bermain baik, dan berani.”

Dengan rotasi yang berani dan hasil maksimal, kemenangan ini menunjukkan betapa melimpahnya talenta yang tersedia bagi Zidane. Bahkan tanpa Mbappe, Prancis tetap tampil dominan dan efisien. Bagi Belgia, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam perebutan tiket lolos dari grup yang dihuni Italia dan Turki.

Duel Belgia versus Prancis sekali lagi membuktikan bahwa sepak bola Eropa kelas atas selalu menyajikan drama hingga menit akhir. Kini, tekanan ada di kubu Belgia untuk bangkit, sementara Prancis semakin percaya diri menatap laga-laga berikutnya di bawah komando Zidane.