Bambasé Conté dan Revolusi Kader Klopp: Satu Titik dari Dua Laga yang Mengubah Wajah DFB

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Bambasé Conté dan Revolusi Kader Klopp: Satu Titik dari Dua Laga yang Mengubah Wajah DFB

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | München menjadi panggung berikutnya bagi eksperimen besar Jürgen Klopp bersama tim nasional Jerman. Setelah dua laga awal Nations League yang jauh dari ideal, Der Panzer bersiap menghadapi Serbia di Allianz Arena, Kamis malam pukul 20.45 waktu setempat, dalam laga yang disiarkan langsung oleh ZDF. Namun di balik pertandingan itu, ada satu nama yang menarik perhatian publik sepak bola Jerman: Bambasé Conté.

Pemain muda itu menjadi salah satu dari sedikit nama yang bertahan dari kader pertama ke kader kedua. Ia termasuk enam pemain yang tetap berada di kamp Herzogenaurach bersama Finn Dahmen, Nico Schlotterbeck, Philipp Treu, Yannik Engelhardt, dan Serge Gnabry. Klopp menyebut langkah rotasi besar-besaran ini sebagai sesuatu yang alternatiflos alias tanpa alternatif lain.

Krisis Awal dan Tekanan Hasil

Jerman hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pembuka Grup A2. Hasil imbang 1:1 melawan Belanda di Amsterdam diikuti kekalahan menyakitkan 0:1 dari Yunani di Augsburg. Kini Yunani memimpin grup dengan enam poin, disusul Belanda dengan empat poin, Jerman satu poin, dan Serbia tanpa poin. Tekanan terhadap Klopp pun meningkat tajam.

Meski begitu, pelatih berusia 59 tahun itu menolak panik. Ia justru mengganti hampir seluruh komposisi skuadnya. Sebanyak 20 pemain baru bergabung, termasuk nama-nama seperti Waldemar Anton, David Raum, Malick Thiaw, Aleksandar Pavlovic, Nick Woltemade, dan Lennart Karl. Sembilan pemain bahkan belum pernah mencatat satu pun penampilan bersama tim senior Jerman: kiper Noah Atubolu, Finn Dahmen, Jonas Urbig, serta Finn Jeltsch, Mika Baur, Said El Mala, Vitaly Janelt, Felix Keidel, dan Derry Scherhant.

Kimmich Tersingkir, Ban Kapten Menanti Pemilik Baru

Keputusan Klopp juga berdampak pada Joshua Kimmich. Kapten tim itu harus meninggalkan skuad lebih awal dan melewatkan laga di München. Kimmich mengaku berat hati, namun memahami keinginan pelatih untuk mengenal pemain lain. “Saya sampai akhir berharap bisa bertahan dan tentu ingin tetap di sini. Tapi saya paham pelatih ingin mengenal pemain lain,” ujarnya usai laga melawan Yunani.

Absennya Kimmich membuat Jerman akan menunjuk kapten baru untuk menghadapi Serbia. Menurut catatan DFB, tim nasional Jerman telah memiliki 116 kapten berbeda, dan München akan menjadi saksi kapten ke-117. Menariknya, tak satu pun pemain yang saat ini dipanggil pernah menjabat sebagai kapten sebelumnya.

Sejarah Pertemuan dan Peluang Debut

Laga melawan Serbia menjadi pertemuan keempat kedua negara. Jerman baru sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Duel terakhir pada 20 Maret di Wolfsburg berakhir 1:1, ketika Leon Goretzka menyamakan kedudukan pada menit ke-69 setelah Luka Jovic membawa Serbia unggul di babak pertama. Belum ada satu pun pemain di skuad saat ini yang pernah tampil melawan Serbia.

Selain itu, ada peluang bersejarah: Jerman bisa mencetak pemain internasional ke-1000. Sejauh ini 996 pemain telah mencatat debut, dan sembilan pemain di kader saat ini masih menunggu kesempatan pertama mereka.

Dukungan dan Kritik atas Strategi Klopp

Kebijakan dua kader dengan total 43 pemain mengundang pro dan kontra. Legenda Jerman Lothar Matthäus termasuk yang mendukung. “Saya setuju dengan apa yang dilakukan Klopp, dengan dua kader yang ia panggil,” katanya. Mika Baur dari Celtic Glasgow, salah satu dari sembilan pemain tanpa caps, mengaku ingin meninggalkan jejak. “Tentu saja kami ingin meninggalkan jejak kami,” ujarnya.

Di sisi lain, kritik muncul setelah kekalahan dari Yunani. Namun Klopp tetap tenang. “Saya bebas dari tekanan hasil selama kami menarik kesimpulan yang tepat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa timnya masih dalam proses menemukan jati diri.

Jadwal Padat dan Proyeksi ke Depan

Setelah melawan Serbia, Jerman akan bertandang ke Thessaloniki untuk menghadapi Yunani pada 4 Oktober, disiarkan langsung oleh RTL. Ini menjadi bagian dari jendela internasional panjang dengan empat pertandingan dalam dua minggu. Pada November, skuad akan kembali mengecil menjadi sekitar 23 pemain saat fase grup Nations League berakhir.

  • Laga melawan Serbia: Kamis, 20.45, Allianz Arena München, ZDF
  • Laga melawan Yunani: 4 Oktober, Thessaloniki, RTL
  • Jumlah pemain tersedia untuk Klopp: 25 orang
  • Kapten baru: kapten ke-117 dalam sejarah DFB
  • Potensi debutan: sembilan pemain tanpa caps

Bagi Bambasé Conté, bertahan di skuad kedua adalah peluang emas. Ia bersama pemain muda lain seperti Philipp Treu telah menunjukkan bahwa kepercayaan Klopp pada wajah-wajah baru bukan tanpa dasar. Di tengah badai kritik dan tekanan hasil, Klopp tetap pada jalurnya: membangun fondasi menuju EM 2028. Pertanyaannya kini, akankah keberanian itu berbuah kemenangan di München, atau justru memperdalam krisis?

Yang jelas, laga melawan Serbia bukan sekadar pertandingan Nations League biasa. Ini adalah ujian bagi filosofi, ketenangan, dan visi jangka panjang seorang Jürgen Klopp. Dan Bambasé Conté, bersama rekan-rekan barunya, adalah bagian dari babak awal cerita itu.