Gayatri Putri News – 28 September 2026 | Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Rumah Dinas Jabatan Bupati HST, Jumat (11/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak boleh berhenti sebagai kegiatan keagamaan seremonial semata, melainkan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.
“Makna terpenting dari peringatan ini adalah bagaimana kita meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Samsul.
Ia secara khusus mengajak masyarakat memperkuat tiga bentuk persaudaraan, yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, sehingga yang perlu dijaga adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik atau merusak kerukunan.
“Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah maupun ukhuwah basyariyah harus terus kita perkuat,” katanya.
Samsul juga berharap nilai kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian yang dicontohkan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi materi tausiah, tetapi benar-benar terlihat dalam perilaku masyarakat sehari-hari.
“Mudah-mudahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa kedamaian, kesejukan dan kejernihan dalam berpikir bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah,” harapnya.
Pesan serupa disampaikan KH Abdussalam dalam tausiahnya. Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perubahan sikap. Menurutnya, mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW dalam peringatan Maulid harus diikuti dengan upaya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan antarmanusia.
Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga persaudaraan dan menghindari perilaku yang dapat memicu perpecahan. “Keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
KH Abdussalam menilai akhlak tersebut semakin penting diterapkan ketika masyarakat menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo HST tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan pesan utama agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui akhlak, kepedulian, dan sikap menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





