Guruh Soekarnoputra Berpulang: Maestro Seni yang Menembus Lintas Generasi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Guruh Soekarnoputra Berpulang: Maestro Seni yang Menembus Lintas Generasi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Kabar duka menyelimuti keluarga besar Soekarno dan dunia seni Indonesia. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dunia seni, hingga masyarakat Indonesia.

Kesehatan Menurun Sebelum Berpulang

Beberapa hari sebelum meninggal, kondisi kesehatan Guruh dilaporkan mengalami penurunan drastis. Keponakannya, Didi Mahardika, mengungkapkan bahwa Guruh sempat menjalani perawatan intensif di ICU dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Ia bahkan mengalami kejang sebanyak tiga kali. Sebelumnya, Guruh telah dirawat di RS Medistra Jakarta selama sekitar empat minggu dan kondisinya sempat membaik sebelum kembali menurun. Pihak keluarga memilih tidak mengungkapkan secara terbuka penyakit yang diderita almarhum.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB untuk disemayamkan sebelum prosesi pemakaman.

Prosesi Pemakaman di TPU Karet Bivak

Guruh dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Sabtu siang, di samping pusara sang ibunda, Fatmawati. Prosesi pemakaman dihadiri sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Presiden ke-5 RI sekaligus kakak kandung almarhum, Megawati Soekarnoputri, bersama Sukmawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Sejumlah tokoh lain turut memberikan penghormatan terakhir, antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Rano Karno yang juga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, hingga Roy Suryo.

Warisan Seni yang Menembus Lintas Generasi

Guruh Soekarnoputra dikenal luas sebagai seniman dan budayawan yang mengabdikan hidupnya agar budaya Indonesia diakui dunia. Minat berkeseniannya tumbuh sejak usia lima tahun, ketika ia belajar tari Jawa, Sunda, dan Bali, serta belajar piano. Perjalanan kreatifnya kemudian berkembang pesat.

  • 1965: Membentuk band The Beat-G saat berusia 12 tahun
  • 1970: Membentuk band The Flower Poetman saat berusia 17 tahun
  • 1977: Melahirkan album progresif Guruh Gipsy bersama sejumlah musisi
  • Mendirikan Swara Maharddhika sebagai wadah kesenian
  • 2020: Terlibat dalam proyek remake
  • 2023: Menggarap soundtrack Gadis Kretek

Sepanjang karier lintas musik, film, dan pergelaran, Guruh meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Chevalier dari Prancis serta AMI Lifetime Achievement. Karya-karyanya terus dikenang dan menjadi warisan budaya yang menembus lintas generasi.

Ucapan Duka dari Berbagai Tokoh

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengenang kontribusi Guruh bagi Indonesia melalui dunia seni, budaya, serta politik. Menurutnya, karya dan pengabdian Guruh menjadi bagian dari perjalanan bangsa yang patut dikenang dan dihormati.

Penyanyi sekaligus politikus Krisdayanti juga menyampaikan duka mendalam. Ia menyebut Guruh sebagai maestro yang sangat dikagumi. “Terima kasih karena dedikasi, kontribusi, dan juga segala bentuk pemikiran dari Bapak Guruh Soekarno Putra begitu mendalam dampaknya, tidak saja untuk dunia perpolitikan tapi juga legasi dalam seni dan budaya,” ujarnya.

Kepergian yang Menambah Daftar Keturunan Soekarno

Kepergian Guruh menambah daftar anak Soekarno yang telah lebih dulu meninggal dunia. Jauh sebelumnya, Rukmini Soekarno Kline, putri Soekarno yang lahir pada 26 Agustus 1943, telah berpulang pada 1 Mei 2009. Rukmini dikenal sebagai penyanyi opera dan sempat tinggal di Roma pada era 1960-an. Ia menikah dengan aktor asal Amerika Serikat, Franklin Latimore Kline, dan dikaruniai seorang putra bernama Chris Kline yang berprofesi sebagai jurnalis. Selain Rukmini, Mohammad Taufan Soekarnoputra juga lebih dulu meninggal dunia.

Guruh Soekarnoputra meninggalkan warisan seni yang tak ternilai. Ia tidak hanya dikenang sebagai putra bungsu Bung Karno, tetapi juga sebagai maestro yang mendedikasikan hidupnya untuk seni dan budaya Indonesia. Karya-karyanya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang, menjadikannya sosok yang layak dikenang sepanjang masa.