Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Stadion Galuh, Ciamis — Laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSGC Ciamis dan Semen Padang FC menyajikan drama yang jauh lebih kompleks daripada sekadar skor akhir 0-2. Dalam pertandingan yang digelar Sabtu sore (26/9/2026) di hadapan ribuan pendukung tuan rumah, teknologi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi pusat perdebatan, sementara taktik jitu pelatih tamu Nil Maizar menjadi kunci keberhasilan Kabau Sirah membawa pulang tiga poin penuh dari markas Laskar Singacala.
Kontroversi VAR yang Mengubah Arah Pertandingan
Sejak menit kelima, tensi pertandingan sudah memanas. Penyerang andalan PSGC Ciamis, Ezechiel N’Douassel, terjatuh di dalam kotak penalti setelah bersinggungan dengan bek Semen Padang, Ivan Cukov. Publik Stadion Galuh langsung bersorak menuntut penalti, dan wasit pun menerima panggilan dari ruang VAR.
Namun, keputusan yang diambil justru mengejutkan banyak pihak. Tanpa melakukan pengecekan langsung ke monitor di pinggir lapangan atau onfield review, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dalam insiden tersebut. Permainan pun dilanjutkan, dan peluang emas PSGC Ciamis untuk unggul lebih awal sirna begitu saja.
Momen krusial kedua terjadi pada proses gol pembuka Semen Padang. Bagas Kaffa melepaskan umpan kepada Stefano Lilipaly yang berdiri di garis depan, sebelum eks pemain Timnas Indonesia itu mengirim bola kepada Ilija Spasojevic. Hakim garis dinilai terlalu terburu-burumengangkat bendera penanda offside sebelum situasi permainan benar-benar tuntas atau clear.
Keputusan tersebut membuat para pemain bertahan PSGC Ciamis menghentikan pergerakan dan tidak melanjutkan pengejaran bola. VAR kemudian mengintervensi dan mengesahkan gol Spasojevic pada menit ke-14, memicu protes keras dari kubu tuan rumah yang merasa dirugikan oleh keputusan hakim garis.
Taktik Nil Maizar: Kunci Sukses Meredam Ezechiel
Di balik kemenangan ini, tangan dingin Nil Maizar patut mendapat sorotan. Pelatih kelahiran 2 Januari 1970 itu mengaku telah menganalisis kekuatan PSGC Ciamis secara mendalam dan menyimpulkan satu hal penting: hampir 40 persen kekuatan Laskar Singacala bertumpu pada Ezechiel N’Douassel.
“Kami sudah menganalisis bahwa 40 persen kekuatan Ciamis itu bertumpu pada Ezechiel N’Douassel. Jadi, kami memang menginstruksikan pemain untuk menjaga ketat Ezechiel agar dia tidak leluasa bergerak,” ungkap Nil Maizar.
Instruksi tersebut terbukti ampuh. Sepanjang 90 menit, Ezechiel nyaris tidak mendapat ruang untuk bergerak bebas. Pertahanan Kabau Sirah tampil disiplin dan solid, menjaga gawang mereka dari kebobolan hingga peluit panjang dibunyikan.
Jalannya Pertandingan dan Gol Kedua
Setelah gol pembuka Spasojevic, PSGC Ciamis mencoba meningkatkan intensitas serangan di babak kedua dengan memasukkan pemain bertipe menyerang. Namun, barisan pertahanan Semen Padang tetap kokoh dan sulit ditembus.
Pada menit ke-87, serangan balik cepat yang melibatkan Gian Zola berhasil dimanfaatkan oleh pemain pengganti M. Rahmat. Gol kedua ini memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu dan memupus harapan tuan rumah untuk setidaknya meraih satu poin di kandang sendiri.
Rezaldi Hehanussa, bek Semen Padang, sebelumnya telah menegaskan tekad timnya untuk tidak menganggap enteng PSGC Ciamis. Menurutnya, tim tuan rumah memiliki sejumlah pemain potensial dari akademi lokal yang bisa memberikan ancaman sepanjang pertandingan.
Reaksi Kedua Pelatih
Nil Maizar mengapresiasi tinggi perjuangan anak asuhnya yang mampu tampil solid selama 2×45 menit. Ia menyebut kebersamaan dan kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, sebagai kunci utama kemenangan ini. Ia juga bangga karena timnya telah dua kali meraih kemenangan tandang pada musim ini.
Di kubu tuan rumah, pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto mengakui perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola permainan timnya yang dinilai kurang variatif. Ia juga menyoroti adanya gangguan konsentrasi setelah gol pertama Semen Padang yang sempat diragukan karena offside sebelum akhirnya disahkan lewat VAR.
Heri menegaskan akan melakukan pembenahan agar kesalahan serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya. Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri bagi PSGC Ciamis yang tampil di hadapan publik sendiri.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan ini membawa Semen Padang FC memuncaki klasemen sementara Pegadaian Championship 2026/2027. Tambahan tiga poin menjadi modal positif bagi Kabau Sirah untuk melanjutkan kompetisi dengan motivasi tinggi.
Sementara itu, PSGC Ciamis harus segera memperbaiki strategi dan mental bertanding untuk menghadapi laga selanjutnya. Kekalahan dari Kabau Sirah menjadi pekerjaan rumah besar bagi Heri Kiswanto dan jajarannya.
Catatan Akhir
Laga PSGC Ciamis melawan Semen Padang FC menjadi pengingat bahwa sepak bola modern tidak hanya soal skill dan strategi di lapangan, tetapi juga soal bagaimana tim menyikapi keputusan teknologi. VAR yang seharusnya meningkatkan keadilan justru menuai kontroversi ketika protokolnya tidak dijalankan secara konsisten.
Bagi Semen Padang, kemenangan ini membuktikan bahwa analisis taktis yang matang dan disiplin pemain dapat mengalahkan tekanan publik tuan rumah. Bagi PSGC Ciamis, laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa konsentrasi penuh selama 90 menit adalah harga mati di kompetisi seketat Pegadaian Championship.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






