Gayatri Putri News – 25 September 2026 | Jagat sepak bola Afrika kembali bergeliat. Kualifikasi Piala Afrika 2027 resmi bergulir pada 25 September 2026, menghadirkan sejumlah pertandingan pembuka di Grup J hingga L yang sarat akan cerita. Dari era baru Senegal di bawah Patrick Vieira hingga absennya bomber andalan Nigeria, Victor Osimhen, babak kualifikasi kali ini menjanjikan persaingan yang tidak kalah sengit dengan putaran finalnya nanti.
Senegal Memulai Era Baru Tanpa Sadio Mané
Senegal membuka kampanye kualifikasi Piala Afrika 2027 dengan wajah yang cukup berbeda. Pelatih anyar Patrick Vieira menjalani debutnya di laga melawan Mozambique tanpa kehadiran ikon tim, Sadio Mané, yang masih dilanda masalah fisik. Meski demikian, Vieira menegaskan bahwa Mané tetap menjadi bagian dari rencananya dan berpeluang kembali pada jeda internasional berikutnya.
Absennya Mané justru membuka ruang bagi sejumlah nama untuk unjuk gigi. Nicolas Jackson dan Iliman Ndiaye disebut sebagai pemain yang siap mengambil peran lebih besar di lini serang. Vieira juga menyertakan wajah-wajah baru seperti Malang Sarr dan Lamine Sy, berdampingan dengan para pemain senior berpengalaman seperti Kalidou Koulibaly dan Idrissa Gana Gueye.
Setelah menjamu Mozambique, Senegal dijadwalkan melanjutkan perjalanan tandang ke Ethiopia. Sementara itu, Sudan akan menghadapi Ethiopia di pertandingan grup lainnya, menambah ketatnya persaingan di sektor ini.
Nigeria Berjuang Tanpa Osimhen di Grup L
Di Grup L, Nigeria memulai kualifikasi Piala Afrika 2027 tanpa striker andalan Victor Osimhen yang tengah cedera. Super Eagles akan menghadapi Madagaskar di Godswill Akpabio International Stadium, Uyo, dalam laga yang krusial. Pasalnya, hanya satu tiket tersisa dari grup ini karena Tanzania sudah memastikan tempat di putaran final sebagai salah satu tuan rumah.
Kondisi itu membuat Nigeria, Madagaskar, dan Guinea-Bissau harus bersaing ketat untuk satu tempat. Nigeria datang dengan modal cukup positif meski lama tidak memainkan pertandingan kompetitif. Pasukan Eric Chelle terakhir tampil di laga resmi ketika mengalahkan Aljazair 2-0 di perempat final Piala Afrika 2025, sebelum mencatat kemenangan uji coba atas Zimbabwe dan Jamaika, imbang melawan Polandia, serta takluk dari Portugal pada Juni lalu.
Madagaskar sendiri tidak bisa diremehkan. Meski kalah telak dari Maroko dan Mali pada laga-laga terakhir, Barea pernah mempermalukan Nigeria dengan kemenangan 2-0 di Piala Afrika 2019, saat itu finis sebagai juara Grup B dan memaksa Nigeria puas menjadi runner-up.
Duel Panas Pantai Gading vs Ghana di Grup C
Pertarungan tidak kalah menarik tersaji di Grup C ketika Pantai Gading menjamu Ghana di Stade de Bouake. Les Elephants datang dengan modal kuat setelah meraih tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski langkah mereka terhenti usai kalah dari Norwegia. Kini, Herve Renard kembali dipercaya menangani tim yang pernah ia bawa juara Piala Afrika 2015.
Pantai Gading memiliki sejumlah pemain bintang yang berlaga di kompetisi top Eropa, seperti Franck Kessie, Nicolas Pepe, Ibrahim Sangare, dan Amad Diallo. Di sisi lain, Ghana juga tampil di Piala Dunia 2026 dan mampu lolos fase grup sebelum tersingkir di babak 32 besar oleh Kolombia. The Black Stars kini berada di bawah arahan Carlos Queiroz, pelatih berpengalaman asal Portugal yang berambisi mengembalikan kejayaan Ghana di pentas Afrika.
Mali dan Cape Verde Berebut Tiket di Grup K
Di Grup K, Mali dan Cape Verde akan bertemu dalam pertarungan penting. Cape Verde memasuki siklus baru di bawah pelatih Humberto Bettencourt yang baru saja dipromosikan dari posisi asisten. Laga-laga ini menjadi awal krusial untuk menentukan tim mana yang berhak melaju ke putaran final Piala Afrika 2027.
Ketidakpastian akibat cedera pemain kunci menjadi tantangan tersendiri bagi setiap tim. Senegal diharapkan mampu beradaptasi cepat di bawah kepemimpinan Vieira, sementara Nigeria harus berjuang keras melanjutkan tradisi suksesnya meski kehilangan pemain bintang. Kualifikasi Piala Afrika 2027 baru saja dimulai, namun intensitas persaingannya sudah terasa penuh. Setiap pertandingan akan menjadi penentu, dan tidak ada tim yang bisa menganggap remeh lawannya. Bagi para penggemar sepak bola Afrika, perjalanan menuju putaran final dipastikan menyajikan drama yang tak terlupakan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






