Dari Getok Tular ke Aplikasi: Peta Baru Mencari Babysitter dan Jejak Kelam yang Mengintai

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Dari Getok Tular ke Aplikasi: Peta Baru Mencari Babysitter dan Jejak Kelam yang Mengintai

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 23 September 2026 | Mencari babysitter yang tepat kini tak lagi sekadar mengandalkan getok tular antar tetangga. Di kota-kota besar, terutama Milan, Italia, proses pencarian pengasuh anak telah bergeser ke platform digital yang menawarkan profil, ulasan, hingga filter kompetensi. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kebutuhan praktis keluarga modern bertemu dengan teknologi, sekaligus membuka diskusi tentang kepercayaan, keamanan, dan risiko yang menyertainya.

Babysitter dan Pergeseran Cara Pencarian di Milan

Platform Bsit, aplikasi asal Belgia yang masuk ke Milan pada musim panas lalu, mencatat sudah ada 2.500 babysitter terdaftar di kota itu. Data internalnya mengungkap peta konsentrasi pengasuh anak yang menarik untuk dicermati. Municipio 3, yang mencakup Città Studi, Lambrate, dan Porta Venezia, menjadi kawasan dengan pasokan babysitter tertinggi, yakni 16,7 persen dari total di kota tersebut. Posisi berikutnya ditempati Municipio 1 atau pusat kota bersejarah dengan 13,7 persen, lalu Municipio 9 yang meliputi Garibaldi, Isola, Bovisa, dan Niguarda dengan 12,3 persen.

Di sisi lain, kawasan seperti Municipio 2 yang mencakup Stazione Centrale, Gorla, Turro, dan Greco justru menjadi yang paling sulit menemukan babysitter, dengan hanya 6,5 persen dari total. Municipio 5 menyusul dengan 7,6 persen, dan Municipio 6 dengan 9,8 persen. Distribusi ini tidak sekadar angka, melainkan cerminan dari dinamika sosial-ekonomi tiap wilayah, termasuk keberadaan kampus, pasar kerja, dan jaringan keluarga.

Profil Pengasuh dan Daya Tarik bagi Mahasiswa

Menariknya, 60 persen babysitter yang terdaftar di Milan berusia di bawah 25 tahun, dan banyak di antaranya adalah mahasiswa. Bagi mereka, pekerjaan ini menawarkan fleksibilitas yang sejalan dengan jadwal kuliah. Sementara itu, bagi keluarga, layanan ini bisa diakses secara gratis untuk pengasuh, sedangkan orang tua dapat memilih model berlangganan atau pembayaran per pemesanan. Ulasan yang tersedia mencakup aspek konkret seperti ketepatan waktu, rasa tanggung jawab, keramahan, dan kemampuan berinteraksi dengan anak.

Kemudahan mencari babysitter di lingkungan sendiri dinilai dapat memperkuat ikatan sosial antarwarga. Di kota seperti Milan, di mana jaringan keluarga besar sering kali tidak lagi berada dalam satu lingkungan, kehadiran platform digital menjadi jembatan yang membantu orang tua mengatur rutinitas harian, mulai dari antar-jemput sekolah hingga aktivitas sore.

Sisi Gelap yang Tak Bisa Diabaikan

Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan pula kisah kelam yang menjadi peringatan keras. Di Kentucky, Amerika Serikat, seorang remaja berusia 19 tahun, Elijah Mayes, ditahan dan menghadapi tuduhan pembunuhan setelah bayi berusia 11 bulan, Grayson Walton, ditemukan tewas di dalam sofa dengan luka gigitan. Mayes seharusnya mengasuh bayi itu saat ayahnya bekerja. Ia sempat mengklaim bayi tersebut dijemput seorang teman keluarga, tetapi klaim itu terbantah. Polisi menemukan barang yang diduga metamfetamin di kamar yang disebut sebagai tempat tinggal Mayes.

Insiden lain terjadi di Nashville, Amerika Serikat. Dua anak kecil mencuri kesempatan saat babysitter lengah, masuk ke kamar yang sedang direnovasi, dan menutup pintu dari dalam. Mereka melumuri dinding, karpet, jendela, dan tempat tidur tingkat dengan cat tembok berwarna merah. Sang ibu, Faith Adair, menerima telepon panik dari babysitter dan pulang untuk mendapati kamar seperti adegan film horor. Ia memilih menutup pintu kamar itu selama tiga hari sebelum akhirnya menghadapi kenyataan bahwa karpet harus diganti dan tempat tidur perlu diamplas ulang.

Antara Kenyamanan dan Kewaspadaan

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa mencari babysitter bukan sekadar soal ketersediaan dan harga. Ada dimensi kepercayaan yang harus dibangun, dan teknologi hanya sebagian dari jawabannya. Platform digital memang mempermudah verifikasi melalui ulasan dan filter, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko. Orang tua tetap perlu melakukan wawancara, memeriksa referensi, dan memastikan pengawasan yang memadai.

Di Milan, kehadiran babysitter di kawasan seperti Città Studi, Lambrate, dan Porta Venezia bisa jadi angin segar bagi keluarga muda. Namun, di wilayah dengan pasokan rendah seperti Stazione Centrale dan sekitarnya, tantangan tersendiri tetap ada. Pilihan akhirnya kembali kepada keluarga: memanfaatkan kemudahan aplikasi sambil tetap waspada terhadap potensi bahaya yang bisa muncul kapan saja.