Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Memburuknya kualitas air yang dialirkan Perusahaan Air Minum (PTAM) Bandarmasih menjadi sorotan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan. Lembaga perlindungan konsumen itu menilai pelanggan yang terdampak pembatasan fungsi air berhak menerima kompensasi yang wajar.
Ketua YLK Kalsel, Dr. Akhmad Murjani, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan penggunaan air yang mulai berlaku Selasa (22/9/2026) hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) telah mengurangi hak konsumen yang selama ini membayar penuh jasa pelayanan air bersih.
“Saya sangat menyayangkan memburuknya kualitas pasokan air bersih yang dialami warga Banjarmasin. Terjadinya pembatasan fungsi air yang diterima pelanggan berarti telah terjadi pengurangan hak konsumen atas jasa yang dibayarkan,” ujar Murjani.
Musim Kemarau Bukan Alasan Pembenar
Murjani mengingatkan agar musim kemarau tidak dijadikan alasan tunggal atas berkurangnya debit maupun menurunnya kualitas air. Menurutnya, kemarau merupakan siklus rutin yang semestinya dapat diantisipasi melalui perencanaan manajemen jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Janganlah musim kemarau dijadikan alasan atau kambing hitam atas berkurangnya debit dan menurunnya kualitas air bersih. Justru di sinilah peran manajemen PTAM untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas air, baik saat musim penghujan maupun musim kemarau,” tegasnya.
Ia menilai kondisi saat ini harus menjadi momentum bagi PTAM Bandarmasih untuk melakukan reformasi pelayanan secara menyeluruh, termasuk meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas air yang diterima pelanggan.
Sosialisasi MCK Harus Merata
Murjani juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan air yang hanya diperuntukkan bagi MCK. Informasi tersebut harus disampaikan secara luas dan merata hingga ke seluruh pelanggan.
Ia mengingatkan, apabila masyarakat tidak memahami bahwa air tersebut tidak layak dikonsumsi dan tetap menggunakannya seperti biasa, risiko kesehatan dapat muncul.
“Manajemen PTAM Banjarmasin seharusnya mensosialisasikan maksud MCK ini kepada masyarakat luas sampai ke pelanggan di pelosok-pelosok agar merata informasinya. Edukasi, sosialisasi dan pemerataan informasi sangatlah penting,” jelasnya.
Perhatikan Warga Berpenghasilan Rendah
Di sisi lain, Murjani menyarankan PTAM Bandarmasih tetap mengupayakan produksi air yang layak konsumsi meski dalam jumlah terbatas, terutama untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
“Kalau masyarakat yang ekonominya pas-pasan, jangankan untuk beli air isi ulang, beli beras untuk keseharian saja sangat susah,” ujarnya.
Dorong Evaluasi Menyeluruh
Murjani berharap persoalan kualitas air yang terjadi saat ini tidak hanya diselesaikan secara temporer, tetapi menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi PTAM Bandarmasih untuk memperbaiki perencanaan, kualitas produksi, pelayanan, serta perlindungan hak konsumen.
Ia menegaskan pelanggan pada dasarnya menginginkan air yang dialirkan aman, berkualitas, dan dapat digunakan sesuai fungsi pelayanan yang dibayarkan. Reformasi pelayanan dinilai menjadi langkah penting agar hak dasar atas air bersih dapat terjamin secara berkelanjutan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






