Real Madrid di Pusaran Kontroversi: Dari Derbi Madrid hingga Clásico yang Dinanti

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Real Madrid di Pusaran Kontroversi: Dari Derbi Madrid hingga Clásico yang Dinanti

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Madrid sedang panas. Bukan karena cuaca, melainkan karena rentetan peristiwa yang melingkupi Real Madrid dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari kekalahan menyakitkan di derbi melawan Atlético Madrid, kontroversi kepemimpinan wasit yang berbuntut sanksi, hingga persiapan menghadapi Clásico melawan Barcelona yang selalu menyita perhatian dunia. Semua mata kini tertuju pada Santiago Bernabéu dan sekitarnya, tempat di mana drama sepak bola Eropa paling bergengsi tengah berlangsung.

Derbi Madrid: Kekalahan yang Menyisakan Luka

Derbi madrileño di Estadio Metropolitano bukan sekadar pertandingan biasa. Laga yang mempertemukan Atlético Madrid dan Real Madrid tersebut berakhir dengan kekecewaan mendalam bagi kubu Los Blancos, bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga karena serangkaian keputusan wasit yang dianggap merugikan. Wasit Miguel Ángel Ortiz Arias menjadi sorotan utama setelah mengambil sejumlah keputusan yang memicu protes keras dari lingkungan Real Madrid.

Beberapa momen krusial dalam pertandingan tersebut terpaksa harus ditinjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), sementara yang lain tetap menjadi perdebatan panjang bahkan setelah peluit akhir dibunyikan. Sorotan paling tajam mengarah pada insiden antara Kang-in Lee dari Atlético Madrid dan Fede Valverde dari Real Madrid. Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas bagaimana pemain Atlético tersebut melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Uruguay itu.

Menurut analisis yang berkembang di Spanyol, Komite Teknis Arbiter (CTA) menilai bahwa Kang-in Lee seharusnya menerima kartu merah langsung atas tindakannya terhadap Valverde. Keputusan wasit yang hanya memberikan sanksi lebih ringan dianggap sebagai kesalahan fatal yang tidak seharusnya terjadi di level kompetisi sebesar LaLiga.

Audio VAR Terbuka, Publik Semakin Gaduh

Ketegangan semakin memuncak ketika rekaman audio komunikasi antara wasit dan tim VAR dipublikasikan ke ruang publik. Rekaman tersebut memperlihatkan secara gamblang bagaimana interpretasi arbitral dibangun dalam dua momen paling kontroversial pertandingan. Salah satu insiden berakhir hanya dengan kartu kuning untuk Romero, sementara insiden lainnya berujung pada kartu merah bagi Huijsen.

Perbedaan perlakuan inilah yang membuat publik sepak bola Spanyol mempertanyakan konsistensi pengambilan keputusan. Banyak pihak menilai bahwa standar penilaian wasit terhadap pelanggaran serupa tidak diterapkan secara merata, sehingga menimbulkan kesan adanya ketidakadilan dalam pertandingan sekelas derbi Madrid.

Ortiz Arias Terancam Masuk ‘Nevera’

Konsekuensi dari penampilan kontroversial tersebut mulai terlihat. Berbagai media di Spanyol melaporkan bahwa Ortiz Arias berpotensi dimasukkan ke dalam daftar ‘nevera’ atau ‘congeladora’ oleh CTA. Istilah tersebut merujuk pada penyingkiran sementara seorang wasit dari penugasan memimpin pertandingan akibat performa yang dinilai buruk.

Menurut informasi yang beredar, hukuman bagi wasit utama derbi Madrid tersebut bisa mencapai minimal dua jornada tanpa penugasan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban atas sejumlah kesalahan yang terdeteksi dalam pertandingan tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai durasi pasti sanksi yang akan dijatuhkan, sehingga situasi masih terus berkembang dinamis.

Lucas Cepeda dan Solidaritas dari Chile

Di tengah panasnya situasi Real Madrid di level senior, ada pula cerita menarik dari level junior yang menyita perhatian publik Chile. Santiago Wanderers, klub asal Valparaíso, baru saja menuntaskan laga bergengsi melawan Real Madrid dalam ajang Copa Intercontinental sub-20 di Estadio Santiago Bernabéu. Meski harus menelan kekalahan 3-1, perjuangan para pemain muda caturro mendapat apresiasi luas.

Salah satu sosok yang memberikan reaksi adalah Lucas Cepeda, penyerang Elche yang juga merupakan produk akademi Santiago Wanderers dan kini memperkuat tim nasional Chile. Meski tidak mengomentari keputusan wasit dalam laga tersebut, Cepeda memilih menyoroti pengalaman berharga yang diraih para junior klub masa kecilnya.

“Sebenarnya saya sangat bangga. Setiap pemain pasti ingin bermain di pertandingan seperti itu, mereka sangat beruntung. Sayangnya hasilnya tidak berpihak kepada kami,” ujar pemain berusia 23 tahun tersebut.

Ia menambahkan bahwa para pemain muda Wanderers telah mendapatkan pengalaman berharga yang tidak semua pesepak bola bisa rasakan. Sebagai bentuk dukungan, Cepeda bahkan mengirimkan jersey untuk seluruh skuad sub-20 Santiago Wanderers setelah pertandingan melawan Real Madrid, sebuah gestur yang mendapat pujian dari para penggemar klub berjuluk Los Caturros tersebut.

Menuju Clásico: Barcelona vs Real Madrid

Perhatian kini beralih ke pertandingan paling dinanti sepanjang musim. Barcelona akan menjamu Real Madrid di Camp Nou dalam laga yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober, sebagai bagian dari jornada kesepuluh LaLiga 2026-27. Partido ini diprediksi menjadi penentu arah persaingan gelar musim ini.

Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick tampil mengesankan dengan rekor sempurna dan telah mencetak 31 gol hanya dalam tujuh pertandingan. Sementara itu, Real Madrid yang kini ditangani José Mourinho tengah berjuang menemukan konsistensi, terlebih setelah kekalahan di derbi Madrid yang membuat mereka terpuruk ke peringkat keempat klasemen.

Dalam lima pertemuan terakhir, Barcelona hanya kalah sekali dari Real Madrid, sebuah catatan yang tentu menjadi modal berharga bagi tim tuan rumah. Laga ini dijadwalkan kick-off pukul 14.00 waktu Peru, dan dapat disaksikan melalui kanal ESPN serta DSports yang memegang hak siar LaLiga di kawasan Amerika Latin.

Kombinasi antara kekalahan menyakitkan di derbi, kontroversi wasit yang belum tuntas, dan tekanan menjelang Clásico menciptakan atmosfer yang sangat menegangkan di sekitar Real Madrid. Pertanyaan besarnya adalah apakah Los Merengues mampu bangkit dan membuktikan kualitas mereka di panggung terbesar, atau justru semakin terpuruk dalam pusaran krisis yang tengah melanda. Satu hal yang pasti, sepak bola Spanyol kembali menyuguhkan drama yang tidak akan dilupakan dalam waktu dekat.