Bali United Rekrut Marko Dugandzic Usai Keok dan Dua Kartu Merah di Segiri

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Bali United Rekrut Marko Dugandzic Usai Keok dan Dua Kartu Merah di Segiri

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Gianyar – Bali United bergerak cepat di bursa transfer setelah menerima pukulan telak pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Serdadu Tridatu resmi mendatangkan striker asal Kroasia, Marko Dugandzic, sebagai pemain asing tambahan. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Chief Executive Officer klub, Yabes Tanuri, pada Senin (21/9/2026) siang, hanya sehari setelah timnya menelan kekalahan menyakitkan di Samarinda.

Langkah tersebut terbilang mengejutkan karena Bali United sebelumnya santer dikabarkan tengah memburu bek tengah. Kebutuhan akan pemain bertahan muncul setelah Joao Ferrari mengalami cedera parah dan diprediksi absen dalam jangka waktu panjang. Namun, manajemen bersama jajaran pelatih memilih menambah amunisi di lini depan melalui sosok Marko Dugandzic.

Alasan di Balik Perekrutan Marko Dugandzic

Yabes Tanuri menjelaskan bahwa keputusan mendatangkan Marko Dugandzic diambil setelah berkoordinasi dengan pelatih kepala Johnny Jansen. Menurutnya, tim membutuhkan satu pemain asing tambahan untuk memperkuat kedalaman skuat di tengah jadwal kompetisi yang padat dan badai cedera yang melanda.

“Saat ini Bali United harus mendukung proses penyembuhan cedera dari Joao Ferrari yang butuh waktu cukup lama. Semoga Joao bisa lekas membaik dan kembali ke lapangan. Untuk itu, setelah berkoordinasi dengan pelatih, tim membutuhkan satu pemain asing tambahan untuk memperkuat kedalaman skuat,” ujar Yabes Tanuri.

Rekam jejak Marko Dugandzic di sejumlah klub Eropa dan Asia menjadi pertimbangan utama. Jam terbang tinggi striker berusia matang itu diyakini mampu mengangkat performa tim pada sisa musim ini. “Kami melihat Marko Dugandzic dengan segudang pengalaman di Eropa dan Asia dapat membantu Bali United musim ini. Semoga dia cepat beradaptasi dan memberikan prestasi untuk Bali United,” tambahnya.

Kekalahan Pahit di Stadion Segiri

Perekrutan Marko Dugandzic menjadi respons cepat atas hasil buruk yang dialami Bali United di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). Bertamu ke markas Borneo FC, Serdadu Tridatu takluk 0-1 pada laga yang berlangsung panas dan diwarnai tiga kartu merah.

Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak oleh Juan Villa melalui titik penalti pada menit ke-54. Eksekusi tersebut menjadi gol perdana Villa musim ini sekaligus memastikan Pesut Etam mengamankan tiga poin penuh. Kekalahan ini menjadi noda pertama Bali United setelah sebelumnya mengemas dua kemenangan beruntun.

Insiden paling memanas terjadi pada menit ke-35. Rahmat Arjuna dan Rifad Marasabessy terlibat friksi di tengah lapangan. Keributan bermula ketika Rahmat memukul bagian tengkuk Rifad. Pemain pengganti Borneo FC itu kemudian membalas dengan melayangkan pukulan menggunakan tangan kiri ke arah wajah Rahmat hingga membuat lawannya terjatuh. Wasit Naufal Adya Fairuski melakukan pemeriksaan sebelum mengusir kedua pemain dengan kartu merah.

Situasi Bali United kian sulit pada menit ke-70. Tim harus bermain dengan sembilan pemain setelah Tim Receveur menerima kartu merah akibat melanggar pemain Borneo FC sebagai pemain terakhir. Bermain dengan jumlah pemain tidak seimbang, Serdadu Tridatu tidak mampu mencetak gol balasan hingga peluit panjang berbunyi.

Kekecewaan Johnny Jansen

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi permainan pada babak pertama belum berjalan sesuai harapan lantaran tempo yang terlalu lambat.

“Kami sangat kecewa dengan hasil ini. Secara keseluruhan kami sebenarnya bermain bagus, tetapi setelah mendapat kartu merah, itu mengubah permainan,” ujar Johnny Jansen dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Jansen menyoroti sejumlah peluang yang tercipta di menit-menit akhir babak kedua yang tak kunjung berbuah gol. Situasi semakin rumit setelah timnya kehilangan pemain dan harus bermain dengan kondisi berbeda, sementara Borneo FC memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengunci kemenangan.

Dampak pada Klasemen Sementara

Hasil pekan ketiga ini membawa konsekuensi pada posisi kedua tim di klasemen sementara BRI Super League 2026-2027. Berikut rinciannya:

Tim Posisi Poin Catatan Laga
Borneo FC Keempat 6 4 laga, 2 menang, 2 kalah
Bali United Kelima 6 3 laga, 2 menang, 1 kalah

Bagi Borneo FC, kemenangan ini sekaligus memperbaiki rekor pertemuan kedua tim yang kini berlangsung 23 kali. Pesut Etam mencatatkan 11 kemenangan, enam kekalahan, dan enam kali imbang saat berhadapan dengan Bali United.

Di sisi lain, Bali United harus segera berbenah. Kehilangan dua pemain akibat kartu merah berpotensi memaksa Johnny Jansen melakukan rotasi besar pada laga berikutnya. Kehadiran Marko Dugandzic diharapkan tidak hanya menambah opsi di lini serang, tetapi juga memberikan energi baru bagi skuat yang tengah dilanda tekanan.

Manajemen Bali United menegaskan bahwa proses adaptasi Marko Dugandzic akan berjalan cepat mengingat kebutuhan tim yang mendesak. Dengan pengalaman bermain di kompetisi Eropa dan Asia, striker asal Kroasia itu diharapkan mampu menjadi solusi ketajaman sekaligus mengangkat moral tim setelah kekalahan di Segiri.

Perjalanan Bali United pada musim ini masih panjang. Dua kemenangan awal menunjukkan potensi besar, tetapi disiplin pemain dan konsistensi performa menjadi pekerjaan rumah utama bagi Johnny Jansen. Perekrutan Marko Dugandzic menjadi taruhan manajemen bahwa lini depan yang tajam bisa menutupi celah yang ditinggalkan Joao Ferrari di lini belakang.