Era Baru Manchester City: Menggantikan Legenda Rodri dan Bernardo Silva

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Era Baru Manchester City: Menggantikan Legenda Rodri dan Bernardo Silva

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Manchester City tengah menjalani fase transisi paling krusial dalam satu dekade terakhir. Kepergian dua sosok ikonik, Rodri yang hijrah ke Barcelona dan Bernardo Silva yang memilih bergabung dengan Real Madrid, telah meninggalkan lubang besar di lini tengah tim asuhan Enzo Maresca. Langkah drastis pun diambil manajemen klub melalui perombakan besar-besaran di sektor gelandang untuk memastikan dominasi mereka tetap terjaga di kancah domestik maupun Eropa.

Direktur Sepak Bola Manchester City, Hugo Viana, secara terbuka mengakui bahwa kehilangan pemain sekaliber Rodri dan Silva adalah tantangan yang sangat berat. Keduanya merupakan fondasi kesuksesan City dengan koleksi 10 gelar Premier League dan trofi Liga Champions. Namun, Viana menegaskan bahwa klub telah melakukan investasi besar untuk membangun kembali kekuatan mereka dengan mendatangkan talenta-talenta muda yang dinamis.

Investasi Besar untuk Masa Depan

Strategi City terlihat dari perekrutan tiga gelandang baru yang menghabiskan dana fantastis di bursa transfer musim panas lalu. Berikut adalah rincian pemain yang diharapkan mampu mengisi peran yang ditinggalkan para legenda:

  • Enzo Fernandez: Didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai 125 juta poundsterling. Ia diharapkan menjadi pemimpin baru di ruang ganti.
  • Elliot Anderson: Direkrut dari Nottingham Forest dengan biaya 116 juta poundsterling, yang kini tengah disorot karena kemampuannya memerankan gaya bermain khas Rodri.
  • Ayyoub Bouaddi: Bintang muda asal Lille yang didatangkan seharga 86 juta poundsterling. Meski usianya baru 18 tahun, ia dipandang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola.

Keputusan untuk mengeluarkan dana besar ini sempat menuai kritik, termasuk dari mantan rekan setim Bouaddi, Thomas Meunier. Ia mengkritik pasar transfer modern yang dianggap sudah tidak logis. Namun, bagi City, harga tersebut merupakan konsekuensi dari ambisi klub untuk terus bersaing di level tertinggi setelah era Pep Guardiola berakhir.

Warisan Rodri yang Tak Tergantikan

Rodri sendiri telah meninggalkan kesan mendalam bagi dunia sepak bola. Meski kini berseragam Barcelona, peraih Ballon d’Or 2024 ini tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap rival-rivalnya di Inggris. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp sebagai tim terberat yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya.

Kini, beban untuk menyamai level performa Rodri berada di pundak Fernandez, Anderson, dan Bouaddi. Hugo Viana optimistis bahwa kombinasi antara kualitas teknis dan mentalitas yang dimiliki ketiga pemain ini akan mampu membawa Manchester City kembali ke puncak kejayaan. Fernandez, misalnya, telah menunjukkan adaptasi yang luar biasa dalam tiga minggu pertamanya, seolah-olah ia telah berada di klub selama bertahun-tahun.

Tantangan bagi Manchester City saat ini adalah bagaimana mengintegrasikan para pemain baru tersebut ke dalam sistem permainan yang baru. Ujian sesungguhnya akan terlihat dalam laga-laga besar di Premier League. Jika trio gelandang baru ini mampu menampilkan performa yang stabil, bukan tidak mungkin Manchester City akan segera melupakan bayang-bayang legenda mereka dan memulai era dominasi yang baru di bawah komando Enzo Maresca.