Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Stade Rennais, atau yang lebih dikenal sebagai Rennes, kini tengah menjadi pusat perhatian dalam peta sepak bola Eropa. Klub asal Prancis ini tidak hanya menunjukkan performa solid di kancah domestik Ligue 1, namun juga tengah berjuang keras dalam kompetisi UEFA Europa League di bawah arahan manajer Franck Haise. Dinamika klub ini mencerminkan ambisi besar yang dipadukan dengan strategi pengembangan pemain muda yang matang.
Langkah Awal di Kompetisi Eropa
Rennes baru saja mengawali perjalanan mereka di fase liga UEFA Europa League dengan hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas Sturm Graz di Stadion Graz-Liebenau. Meski dominan dalam penguasaan bola, Rennes harus puas berbagi satu poin dalam laga yang berlangsung sengit tersebut. Hasil ini menempatkan mereka di posisi ke-10 dalam klasemen sementara kompetisi tersebut. Bagi tim asuhan Franck Haise, hasil ini menjadi pelajaran berharga mengingat mereka belum pernah menghadapi lawan asal Austria di kompetisi utama Eropa sebelumnya.
Ujian Berat di Groupama Stadium
Tantangan bagi Rennes tidak berhenti di kompetisi Eropa. Akhir pekan ini, tepatnya pada 19 September 2026, mereka dijadwalkan menghadapi laga krusial di Ligue 1 melawan Olympique Lyonnais di Groupama Stadium. Rennes datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan rekor 3-1-0 di liga domestik, yang membuat mereka bertengger di posisi ketiga dengan koleksi 10 poin. Statistik menunjukkan bahwa tim yang dijuluki The Red and Blacks ini memiliki efisiensi serangan yang tajam dengan total delapan gol yang telah dicetak sejauh ini.
Berikut adalah perbandingan statistik kunci menjelang laga melawan Lyon:
| Statistik | Rennes | Lyon |
|---|---|---|
| Poin per Pertandingan | 2.5 | 2.0 |
| Assist | 5 | 6 |
| Clean Sheet | 1 | 2 |
| Persentase Penyelamatan | 72.2% | 84.6% |
Bakat Muda yang Memikat Klub Premier League
Di luar urusan taktik di lapangan, Rennes juga dikenal sebagai produsen talenta berbakat. Salah satu nama yang kini ramai diperbincangkan adalah penyerang muda asal Maroko, Yassir Zabiri. Pemain berusia 21 tahun yang saat ini sedang menjalani masa peminjaman di Racing Santander tersebut menarik minat klub-klub besar seperti Newcastle United dan Aston Villa. Performa impresifnya, termasuk catatan hat-trick di La Liga, membuat nilai pasarnya melonjak hingga mencapai angka 20 juta euro.
Meskipun pihak Rennes belum memberikan indikasi untuk melepas sang pemain secara permanen, minat dari klub Premier League menunjukkan betapa efektifnya sistem pembinaan pemain muda yang diterapkan oleh manajemen klub. Bagi Rennes, menjaga keseimbangan antara performa tim utama di kompetisi Eropa dan pengembangan pemain muda adalah kunci keberlanjutan mereka di masa depan.
Secara keseluruhan, Rennes berada dalam fase krusial musim ini. Dengan modal performa domestik yang kuat dan kedalaman skuad yang mumpuni, mereka memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh, baik di liga Prancis maupun dalam kampanye mereka di pentas Eropa, sembari terus memantau perkembangan aset berharga mereka di bursa transfer internasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






