Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Sevilla FC resmi mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah La Liga musim ini. Kemenangan tipis 1-0 atas Deportivo de La Coruña di Stadion Riazor tidak hanya memberikan tambahan tiga poin krusial, tetapi juga menjadi bukti nyata transformasi defensif dan mentalitas juara yang diusung oleh pelatih Luis García Plaza. Gol tunggal dari Miguel Sierra di babak kedua menjadi penentu, sekaligus menghentikan catatan impresif Deportivo yang sebelumnya tak terkalahkan di awal musim.
Soliditas Defensif Menjadi Kunci
Peningkatan performa Sevilla musim ini sangat kontras jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Kiper Vlachodimos, yang kini menjadi figur sentral di bawah mistar gawang, berhasil mencatatkan dua clean sheet berturut-turut dalam laga melawan Valencia dan Deportivo. Statistik menunjukkan perbaikan yang signifikan; tim asuhan García Plaza hanya kebobolan enam gol dalam enam pertandingan pembuka, jauh lebih baik dibandingkan sembilan gol yang bersarang di gawang mereka pada periode yang sama musim lalu.
Vlachodimos, yang kini mencuat sebagai kandidat kuat kapten tim, memberikan pujian atas kerja keras kolektif rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa kebersamaan di dalam dan luar lapangan menjadi fondasi utama kesuksesan tim saat ini. Kedisiplinan lini belakang yang kini tidak lagi bergantung pada nama-nama besar di masa lalu, melainkan pada sistem kolektif, telah menjadikan Sevilla sebagai tim yang sangat sulit ditembus oleh lawan.
Dominasi Miguel Sierra dan Tantangan ke Depan
Nama Miguel Sierra layak mendapatkan sorotan khusus. Pemain muda ini tidak hanya mencetak gol kemenangan, tetapi juga menunjukkan dominasi fisik dan taktis di lapangan. Catatan statistiknya dalam laga melawan Deportivo cukup mencengangkan:
- Melakukan lebih dari 10 pemulihan bola (recovery).
- Mencatatkan 10 dribel sukses dalam satu pertandingan.
- Memenangkan lebih dari 10 duel fisik dalam satu laga.
Performa impresif ini menjadikan Sierra salah satu penyerang paling efektif di lima liga top Eropa musim ini dalam hal memenangkan duel bola. Namun, kemenangan di Riazor menyisakan kabar buruk bagi Sevilla. Penyerang asal Belgia, Lucas Stassin, dipastikan mengalami cedera miofasial pada aduktor kaki kanannya setelah berbenturan di laga tersebut. Kehilangan Stassin menjadi pukulan telak bagi tim, terutama menjelang pertandingan besar melawan Barcelona yang akan digelar di Stadion Sánchez-Pizjuán dalam waktu dekat.
Analisis Taktis di Riazor
Di sisi lain, Deportivo de La Coruña mencoba memberikan perlawanan sengit. Pelatih Antonio Hidalgo melakukan rotasi besar-besaran untuk menyiasati jadwal yang padat, termasuk memberikan debut bagi beberapa pemain. Meskipun sempat memberikan ancaman melalui aksi Yeremay yang kembali bugar, Deportivo harus mengakui keunggulan taktik Sevilla yang mampu menetralkan aliran bola lawan melalui lini tengah yang dipimpin oleh Agoumé dan Fofana.
Kemenangan ini membawa Sevilla menempati posisi empat besar klasemen sementara. Bagi para pendukung, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa klub sedang menjalani awal musim terbaik mereka dalam sembilan tahun terakhir. Dengan kombinasi kedalaman skuad, ketangguhan pertahanan, dan semangat juang tinggi, Sevilla kini menatap sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi untuk terus bersaing di papan atas klasemen La Liga.
Perjalanan masih panjang, namun fondasi yang dibangun oleh Luis García Plaza telah terbukti mampu membawa Sevilla kembali ke jajaran elit sepak bola Spanyol. Keberhasilan menjaga konsistensi di lini belakang, dibarengi dengan efektivitas di depan gawang, menjadi modal utama mereka untuk menghadapi tim-tim papan atas lainnya di pekan-pekan mendatang.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






