Gayatri Putri News – 16 September 2026 | Inter Milan menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya dalam lanjutan pekan keempat Serie A musim 2026/2027. Menjamu Udinese di Stadio Giuseppe Meazza, Nerazzurri berhasil melakukan aksi comeback dramatis untuk mengamankan kemenangan 5-3. Kemenangan ini sekaligus memastikan Inter Milan tetap menempel ketat AS Roma dalam perebutan posisi puncak klasemen Serie A.
Awal Mencekam bagi Nerazzurri
Pertandingan dimulai dengan kejutan besar bagi publik tuan rumah. Pasukan asuhan Cristian Chivu tampak kewalahan menghadapi agresivitas Udinese di menit-menit awal. Hanya dalam kurun waktu 16 menit, gawang Inter Milan sudah kebobolan dua kali. James Abankwah membuka keran gol tim tamu pada menit kesembilan melalui sundulan kepala yang tak terkawal dalam situasi bola mati. Tujuh menit berselang, Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese, membuat Inter Milan tertinggal 0-2 di hadapan pendukungnya sendiri.
Namun, juara bertahan Serie A ini tidak menyerah begitu saja. Perlahan tapi pasti, Inter mulai mengambil alih kendali permainan. Carlos Augusto menjadi pemantik kebangkitan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-26. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah, hingga akhirnya Nicolo Barella berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 tepat sepuluh menit sebelum babak pertama usai.
Dominasi Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Inter Milan tampil jauh lebih trengginas. Marcus Thuram, yang tampil gemilang dalam laga ini, membawa Inter berbalik unggul pada menit ke-59 setelah memaksimalkan umpan tarik. Tidak berhenti di situ, intensitas serangan Nerazzurri terus menekan pertahanan lawan. Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny masing-masing mencatatkan namanya di papan skor untuk memperlebar jarak menjadi 5-2.
Udinese sempat mencetak gol hiburan melalui Idrissa Gueye di masa injury time, namun hal itu tidak cukup untuk membendung kemenangan Inter. Secara keseluruhan, performa lini serang Inter pada laga ini menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni, meskipun sektor pertahanan sempat menjadi sorotan akibat kelengahan di awal laga.
Persaingan Ketat di Klasemen
Hasil ini menempatkan Inter Milan di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan. Mereka memiliki poin yang sama dengan AS Roma yang menduduki puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol. Berikut adalah gambaran singkat posisi papan atas Serie A saat ini:
- AS Roma: 12 poin (Posisi 1)
- Inter Milan: 12 poin (Posisi 2)
- Como: 10 poin (Posisi 3)
Situasi ini menjadikan pertandingan antara Inter Milan dan AS Roma pada pekan depan menjadi laga krusial yang sangat dinantikan. Bagi Inter, kemenangan atas Udinese bukan sekadar raihan tiga poin, melainkan bukti bahwa mereka memiliki ketahanan mental untuk menghadapi tekanan berat. Sementara bagi Udinese, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-13 dengan empat poin, dan harus segera berbenah saat menghadapi Cagliari di laga berikutnya.
Secara keseluruhan, awal musim Serie A tahun ini menyajikan persaingan yang sangat menarik. Dominasi tim-tim papan atas seperti Roma dan Inter terus diuji oleh tim-tim kuda hitam yang mulai menunjukkan taringnya. Bagi Inter Milan, konsistensi di lini pertahanan akan menjadi kunci utama jika mereka ingin mempertahankan gelar juara di tengah persaingan yang semakin ketat dan dinamis.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






