Kontroversi Manchester Derby: Lisandro Martinez Kecam Ketidakadilan Wasit di Old Trafford

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Kontroversi Manchester Derby: Lisandro Martinez Kecam Ketidakadilan Wasit di Old Trafford

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Manchester United harus menelan pil pahit dalam laga krusial Manchester Derby di Old Trafford setelah takluk 0-1 dari sepuluh pemain Manchester City. Kekalahan ini tidak hanya meninggalkan luka bagi para pendukung, tetapi juga memicu kemarahan mendalam dari bek andalan Setan Merah, Lisandro Martinez, terkait keputusan kontroversial wasit yang mengesahkan gol tunggal Erling Haaland.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-60 ketika Haaland mencetak gol di tiang jauh menyambut umpan silang Josko Guediol. Meski hakim garis sempat mengangkat bendera tanda offside, wasit akhirnya memutuskan untuk tetap mengesahkan gol tersebut setelah meninjau VAR. Lisandro Martinez, yang berada di jantung pertahanan, merasa sangat dirugikan karena pergerakannya terhambat oleh Enzo Fernandez yang berada dalam posisi offside saat mencoba menjangkau bola.

Martinez secara terbuka menyatakan rasa frustrasinya pasca-pertandingan. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk ketidakadilan yang nyata. Ia menekankan bahwa dirinya terpaksa mengejar Enzo Fernandez karena pemain tersebut berada tepat di depannya, yang secara otomatis membebaskan ruang bagi Haaland untuk mencetak gol. Baginya, inkonsistensi aturan yang dijelaskan oleh ofisial pertandingan setiap musim menjadi masalah serius yang sulit diterima oleh para pemain di lapangan.

Badan wasit profesional pun akhirnya mengakui adanya kesalahan penilaian dalam insiden tersebut dan telah melayangkan permintaan maaf kepada Manchester United. Namun, bagi legenda klub seperti Peter Schmeichel, permintaan maaf tersebut dianggap terlambat dan tidak mengubah hasil pertandingan. Schmeichel bahkan secara tegas menyerukan agar sistem VAR dipertimbangkan untuk dihapuskan karena dianggap tidak memberikan perbaikan signifikan terhadap kualitas pengambilan keputusan di Liga Inggris.

Di tengah badai kritik terhadap kepemimpinan wasit, Manchester United juga menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali kekuatan tim di bawah asuhan Michael Carrick. Mantan bek United, Gary Pallister, menyoroti bahwa tim saat ini masih jauh dari level permainan Arsenal yang sudah membangun fondasi selama bertahun-tahun. Ia menegaskan bahwa United perlu menemukan cara untuk lebih mendominasi jalannya pertandingan daripada sekadar bergantung pada momen-momen individu.

Sementara itu, kabar baik datang dari ruang medis bagi skuad Carrick. Matthijs de Ligt dilaporkan semakin dekat untuk kembali ke lapangan. Setelah menjalani sesi latihan individu di atas rumput di Carrington pasca-derby, bek asal Belanda tersebut diprediksi akan kembali beraksi antara bulan Oktober atau November. Kehadirannya sangat dinantikan mengingat lini pertahanan United sejauh ini belum mampu mencatatkan satu pun clean sheet di Liga Inggris, sebuah masalah yang menuntut perhatian segera dari jajaran pelatih.

Kekalahan ini menjadi pengingat keras bagi Manchester United bahwa perjalanan mereka untuk kembali ke puncak persaingan Liga Inggris masih panjang. Selain harus memperbaiki performa di lapangan dan membenahi lini pertahanan yang rapuh, klub juga harus berhadapan dengan realita bahwa keputusan-keputusan krusial di luar kendali mereka bisa berdampak besar pada hasil akhir musim.

Secara keseluruhan, laga derby ini menyoroti dua masalah utama bagi Manchester United: kebutuhan mendesak untuk memperkokoh disiplin pertahanan dengan kembalinya pemain kunci seperti De Ligt, serta tuntutan akan standar kepemimpinan wasit yang lebih baik. Konsistensi menjadi kunci bagi Carrick untuk membawa tim melewati masa transisi ini agar bisa kembali bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris di masa depan.