Tragedi KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 129 Orang Masih Hilang dalam Pencarian

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Tragedi KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa: 129 Orang Masih Hilang dalam Pencarian

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, hingga Senin (14/9/2026) masih berlangsung intensif. Kapal yang melayani rute Surabaya menuju Banjarmasin tersebut mengalami musibah setelah diterjang cuaca buruk, yang mengakibatkan kapal miring dan akhirnya terbalik pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Berdasarkan data manifes resmi, KMP Virgo Transport 8 membawa total 243 orang, yang terdiri dari 213 penumpang serta 30 awak kapal. Selain itu, kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan. Hingga pembaruan data pukul 15.00 WIB pada Senin, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 108 orang dalam kondisi selamat, sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Sayangnya, sebanyak 129 orang lainnya hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Kisah Pilu Penumpang dan Harapan Keluarga

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi para keluarga korban, salah satunya keluarga Danang dan Bagus asal Klaten. Keduanya berangkat dari rumah pada Jumat (11/9/2026) malam dengan tujuan mengirim barang ke Banjarmasin menggunakan truk. Menurut penuturan adik mereka, Sintya Dewi, kedua kakaknya sempat terjun ke laut menggunakan jaket pelampung saat kapal mulai miring. Namun, nasib berkata lain; saat berada di air, mereka terpisah akibat tertimbun orang dan barang yang berjatuhan. Danang berhasil selamat dengan luka robek di bagian paha, sementara hingga saat ini, keberadaan Bagus masih belum diketahui.

Keluarga menceritakan bahwa sebelum keberangkatan, terdapat firasat buruk. Anak Danang yang masih berusia dua tahun terus menangis saat ayahnya sedang mengikat barang di truk, seolah enggan melepas kepergian sang ayah. Sementara itu, Bagus juga sempat menunjukkan perilaku berbeda dengan meminta sang ibu merapikan baju bekalnya dan ingin terus berada di dekat ibunya sebelum berangkat.

Tanggapan Perusahaan Terkait Usia Kapal

Terkait spekulasi publik mengenai usia kapal yang disebut-sebut telah mencapai 39 tahun sebagai penyebab kecelakaan, pihak manajemen PT Virgo memberikan klarifikasi. General Manager PT Virgo, Yoel Rihi, menegaskan bahwa usia transportasi laut tidak bisa disamakan dengan kondisi organik manusia.

Pihak perusahaan mengklaim bahwa pemeliharaan kapal dilakukan sesuai standar perundang-undangan yang berlaku. Yoel menjelaskan beberapa poin mengenai kelaiklautan kapal sebagai berikut:

  • Mesin kapal rutin dilakukan rebuild dan tuning up secara berkala.
  • Proses docking terakhir telah dilakukan secara menyeluruh pada Februari 2026.
  • Seluruh surat-surat kelayakan, termasuk Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dipastikan lengkap dan valid sebelum keberangkatan.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menyatakan masih mengumpulkan informasi resmi dari para kru kapal terkait mekanisme darurat saat insiden terjadi, termasuk penggunaan alarm keselamatan dan prosedur penurunan sekoci. Mereka meminta agar data simpang siur mengenai kronologi detail di lapangan dikoordinasikan langsung melalui Basarnas sebagai otoritas terkait.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus menyisir lokasi kejadian untuk menemukan para korban yang masih hilang. Identifikasi terhadap enam jenazah yang telah ditemukan dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan. Pemerintah dan pihak terkait berkomitmen untuk memprioritaskan proses evakuasi guna memastikan seluruh korban, baik selamat maupun yang belum ditemukan, mendapatkan penanganan yang layak.