Gayatri Putri News – 12 September 2026 | Pekan perdana Liga Champions musim 2026/27 menyajikan kontras yang tajam antara dominasi Manchester United dan drama yang menyelimuti sepak bola Turki. Di Old Trafford, Manchester United tampil perkasa dengan melumat wakil Azerbaijan, Sabah FK, dengan skor telak 4-0. Sementara itu, di Istanbul, Fenerbahçe justru terjebak dalam pusaran ketidakpastian internal meski baru saja menjalani laga kompetisi Eropa.
Dominasi Manchester United atas Sabah FK
Skuad asuhan Michael Carrick memulai kampanye Liga Champions mereka dengan performa yang meyakinkan. Menghadapi Sabah FK, The Red Devils tidak memberikan ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. Keunggulan 3-0 di babak pertama menjadi bukti dominasi tuan rumah, yang dicetak melalui Matheus Cunha, Bruno Fernandes, dan Benjamin Sesko. Lisandro Martinez kemudian memastikan pesta gol tersebut ditutup dengan skor 4-0 pada babak kedua.
Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi lima pemain muda Manchester United yang mencatatkan debut Liga Champions mereka:
- Senne Lammens
- Bryan Mbeumo
- Patrick Dorgu
- Shea Lacey
- Harry Amass
Khusus untuk Harry Amass, penampilannya selama 18 menit di lapangan mendapatkan sorotan tajam. Meski singkat, pemain berusia 19 tahun ini mencatatkan statistik sempurna dengan akurasi operan 100 persen, satu tekel sukses, dan dua pemulihan bola, yang membuatnya disebut-sebut sebagai bintang masa depan Old Trafford. Di sisi lain, Kobbie Mainoo terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut dengan perolehan suara lebih dari 48 persen dari basis penggemar klub.
Skeptisisme Jamie Carragher
Meskipun kemenangan atas Sabah FK memberikan suntikan moral, legenda Liverpool, Jamie Carragher, memperingatkan agar Manchester United tidak jemawa. Menurutnya, hasil melawan tim seperti Sabah FK bukanlah tolok ukur utama untuk menilai peluang juara. Carragher menegaskan bahwa target realistis bagi tim asuhan Michael Carrick saat ini adalah mengamankan tiket ke fase gugur terlebih dahulu, mengingat kompetisi ini masih menyisakan perjalanan panjang dengan lawan-lawan yang jauh lebih berat.
Drama Fenerbahçe di Istanbul
Di saat Manchester United berpesta, atmosfer berbeda menyelimuti klub Turki lainnya, Fenerbahçe. Pelatih Ismail Kartal sempat mengejutkan publik dengan mengumumkan pengunduran diri pasca hasil imbang 1-1 kontra AS Roma di Liga Champions. Kartal mengaku kecewa dengan perilaku suporter yang melemparkan botol air ke arahnya serta rentetan komentar negatif di media sosial.
Namun, pihak manajemen Fenerbahçe dengan tegas menolak pengunduran diri tersebut. Ketua klub, Aziz Yıldırım, menyatakan bahwa Kartal tetap memegang kendali penuh atas tim. Setelah sempat absen dari sesi latihan, Kartal akhirnya dikonfirmasi akan tetap memimpin persiapan Fenerbahçe untuk menghadapi Gaziantep FK di ajang Süper Lig. Keputusan ini mengakhiri drama singkat yang sempat mengancam stabilitas tim di awal musim.
Secara keseluruhan, pekan pembuka Liga Champions ini menunjukkan dua sisi wajah sepak bola Eropa. Di satu sisi, Manchester United mulai membangun fondasi masa depan dengan pemain muda yang menjanjikan setelah kemenangan meyakinkan atas Sabah FK. Di sisi lain, klub-klub tradisional seperti Fenerbahçe harus berjuang mengatasi tekanan emosional dan ekspektasi suporter yang tinggi agar tetap bisa bersaing di level tertinggi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






