Kontroversi Cristian Romero: Dari Kapten Baru Argentina hingga Tudingan Permainan Kotor di Liga Champions

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Kontroversi Cristian Romero: Dari Kapten Baru Argentina hingga Tudingan Permainan Kotor di Liga Champions

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 September 2026 | Pekan yang sibuk bagi bek tangguh Cristian Romero baru saja mencapai puncaknya, baik di level klub maupun internasional. Pemain yang kini memperkuat Atletico Madrid tersebut mendapati dirinya berada di pusat sorotan media setelah penampilan kontroversialnya di Anfield dalam laga pembuka Liga Champions melawan Liverpool, serta pengumuman mengejutkan mengenai peran barunya di tim nasional Argentina.

Tudingan Permainan Kasar di Anfield

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Liverpool atas Atletico Madrid, perhatian tidak hanya tertuju pada gol penentu dari Alexis Mac Allister. Insiden yang melibatkan Cristian Romero dan penyerang Liverpool, Alexander Isak, memicu kemarahan publik, terutama dari legenda Arsenal, Fredrik Ljungberg. Saat pertandingan berlangsung, Romero terlihat menginjak kaki Isak, sebuah tindakan yang dianggap Ljungberg bukan sebagai ketidaksengajaan.

Ljungberg, yang kini menjadi pengamat sepak bola, secara terbuka mengecam gaya bermain Romero. Ia berpendapat bahwa bek asal Argentina tersebut memiliki kecenderungan melakukan tindakan berbahaya dengan sengaja untuk mencederai lawan. Menurut Ljungberg, wasit seringkali gagal mendeteksi niat di balik tindakan agresif Romero, yang menurutnya sudah menjadi pola perilaku sejak pemain tersebut masih berseragam Tottenham Hotspur.

Era Baru La Albiceleste di Bawah Kepemimpinan Romero

Di tengah badai kritik tersebut, kabar besar datang dari Buenos Aires. Tim nasional Argentina resmi memasuki babak baru pasca-pensiunnya Lionel Messi dari kancah internasional. Pelatih Lionel Scaloni mengambil langkah berani dengan menunjuk Cristian Romero sebagai kapten baru La Albiceleste, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak karena ia dipilih di atas nama-nama senior lainnya seperti Emiliano Martinez.

Keputusan ini bukanlah reaksi mendadak. Laporan dari media Argentina mengonfirmasi bahwa rencana ini telah disusun sejak sebelum Piala Dunia terakhir. Romero, yang merupakan jebolan akademi Belgrano, dianggap memiliki profil kepemimpinan yang dibutuhkan Scaloni untuk menjaga stabilitas ruang ganti Argentina di masa depan. Meskipun sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Romero telah membuktikan kesiapannya dengan pengalaman mengenakan ban kapten dalam beberapa laga persahabatan sebelumnya di bawah asuhan Scaloni.

Dampak bagi Karier dan Masa Depan

Karier Cristian Romero kini berada di titik persimpangan yang menarik. Sebagai kapten timnas Argentina yang baru, ia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga warisan kejayaan yang ditinggalkan oleh Messi. Di sisi lain, adaptasinya di La Liga bersama Atletico Madrid di bawah arahan Diego Simeone menuntut kedisiplinan yang tinggi. Jika ia tidak mampu meredam gaya bermainnya yang dinilai agresif oleh para pengamat, Romero berisiko terus menjadi target kritik di kancah sepak bola Eropa.

Kehadiran Romero sebagai pemimpin di lapangan akan diuji dalam laga-laga internasional mendatang. Sementara itu, di level klub, ia harus membuktikan bahwa keputusannya pindah ke Spanyol adalah langkah yang tepat untuk mengembangkan kariernya, sembari tetap menjaga fokus agar tidak lagi terjerat dalam kontroversi di lapangan hijau. Kepercayaan penuh dari Scaloni menjadi modal utama baginya untuk membuktikan bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk memimpin transisi generasi emas Argentina menuju era yang baru.

Transformasi Cristian Romero dari seorang bek yang sering menuai kritik menjadi pemimpin utama timnas Argentina menunjukkan betapa dinamisnya dunia sepak bola. Keberhasilannya dalam memikul tanggung jawab ini akan menentukan apakah ia mampu bertahan sebagai figur sentral dalam sejarah sepak bola Argentina di masa depan, atau justru terus terjebak dalam citra permainan keras yang kontroversial.