Gayatri Putri News – 10 September 2026 | Liverpool berhasil mengawali kampanye Liga Champions 2026/2027 dengan catatan impresif setelah menundukkan Atletico Madrid 2-1 di Anfield. Di balik kemenangan dramatis tersebut, sorotan tajam tertuju pada gelandang Alexis Mac Allister, yang belakangan ini menjadi pusat perhatian bukan hanya karena performa di lapangan, melainkan juga manuvernya di luar lapangan terkait masa depan kontraknya.
Drama di Balik Layar
Menjelang pertandingan pembuka melawan Atletico Madrid, Mac Allister secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya kepada manajemen Liverpool. Pemain asal Argentina tersebut merasa dianaktirikan karena belum mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak, sementara rekan setimnya di lini tengah, Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai, telah menerima pembaruan kerja sama. Pernyataan ini menuai kritik keras, salah satunya dari legenda klub Jamie Carragher yang menganggap tindakan Mac Allister melakukan konferensi pers untuk membahas masalah internal adalah langkah yang tidak tepat.
Pembuktian di Lapangan
Meski menuai kontroversi, Mac Allister mampu menjawab keraguan dengan aksi nyata. Dalam laga melawan Atletico Madrid, ia mencetak gol kemenangan melalui tembakan spektakuler dari jarak 18 meter yang tidak mampu dihalau oleh kiper Jan Oblak. Gol tersebut memastikan The Reds melakukan comeback gemilang setelah sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Marcos Llorente.
Mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, memberikan pandangannya terkait situasi ini. Menurutnya, kualitas Mac Allister sebagai pemenang Piala Dunia dan gelar Liga Inggris tidak perlu diragukan. Warnock menilai bahwa performa sang gelandang saat ini sedikit terpengaruh oleh sistem permainan tim yang masih dalam tahap adaptasi di bawah arahan manajer Andoni Iraola. Namun, Warnock menekankan bahwa jika Mac Allister ingin mendapatkan kontrak baru yang ia inginkan, konsistensi performa sepanjang musim adalah kunci utamanya.
Proses Pembangunan di Bawah Iraola
Kemenangan atas Atletico Madrid juga menjadi ajang pembuktian bagi manajer Andoni Iraola yang sedang merombak struktur tim. Liverpool terlihat lebih agresif dengan mendatangkan pemain seperti Bradley Barcola. Meskipun Barcola sempat ditarik keluar karena kram, Iraola memastikan bahwa kondisi pemain tersebut tidak serius. Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Liverpool yang sedang berupaya menyempurnakan otomatisasi permainan di musim 2026/2027.
Bagi Mac Allister, kemenangan ini memberikan kelegaan tersendiri. Ia menyatakan bahwa mentalitas baja yang ditunjukkan oleh skuad Liverpool di babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Kehadiran suporter di Anfield kembali membuktikan diri sebagai faktor pendukung krusial bagi kebangkitan tim di saat-saat genting.
Pada akhirnya, meskipun ketegangan mengenai kontrak masih menyelimuti masa depan Mac Allister, kontribusi krusialnya di lapangan tetap menjadi aset berharga bagi Liverpool. Pihak klub kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan performa jangka pendek dan kebijakan kontrak jangka panjang pemain bintang mereka agar stabilitas tim tetap terjaga selama musim kompetisi berlangsung.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






