Gayatri Putri News – 10 September 2026 | Flushing Meadows kembali menjadi saksi sejarah tenis dunia. Untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2009, empat unggulan teratas di sektor tunggal putri berhasil menembus babak semifinal turnamen Grand Slam. Di antara deretan bintang tersebut, Jessica Pegula menjadi sosok yang paling mencuri perhatian karena ambisinya untuk meraih gelar Grand Slam perdana dalam kariernya di ajang US Open 2026.
Rivalitas Panas dengan Sang Juara Bertahan
Langkah Pegula menuju final tidaklah mudah. Unggulan ketiga asal Amerika Serikat ini harus berhadapan dengan tembok besar, Aryna Sabalenka. Sabalenka, yang merupakan juara bertahan sekaligus unggulan pertama, tengah mengincar rekor langka untuk memenangkan gelar US Open tiga tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih oleh legenda Serena Williams pada 2012-2014.
Pertemuan ini merupakan ulangan dari rivalitas sengit yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir di Flushing Meadows. Secara statistik, Sabalenka memang lebih dominan dengan keunggulan 9-4 dalam rekor pertemuan langsung. Namun, Pegula memiliki modal kepercayaan diri setelah berhasil memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir mereka, termasuk kemenangan telak di semifinal Berlin Open awal tahun ini.
Statistik Pertemuan Sabalenka vs Pegula
- Total pertemuan: 13 pertandingan
- Kemenangan Sabalenka: 9
- Kemenangan Pegula: 4
- Status: Sabalenka unggul, namun Pegula menunjukkan tren positif dalam setahun terakhir
Menanggapi tantangan besar ini, Pegula mengaku sangat antusias. Menurutnya, menghadapi Sabalenka di panggung sebesar ini adalah tantangan yang harus ia taklukkan jika ingin naik ke level tertinggi. Ia sadar bahwa Sabalenka adalah rintangan yang selalu menghalanginya dalam beberapa musim terakhir, dan kali ini ia bertekad untuk membalikkan keadaan.
Sisi Lain Semifinal: Duel Bintang Baru dan Favorit Tuan Rumah
Di sisi lain bagan semifinal, kejutan besar terjadi dengan tampilnya Elena Rybakina yang akan menyandang status baru sebagai petenis nomor satu dunia dalam daftar peringkat WTA terbaru. Rybakina, yang tampil impresif sepanjang turnamen, akan menghadapi petenis kesayangan publik tuan rumah, Coco Gauff. Gauff sendiri baru saja menunjukkan mental baja setelah melakukan comeback gemilang melawan Mirra Andreeva di perempat final.
Gauff mengungkapkan bahwa semangat pantang menyerahnya terinspirasi dari rekan sesama petenis Amerika, Frances Tiafoe, yang sehari sebelumnya juga berhasil membalikkan kedudukan dalam laga maraton. Dukungan penonton di New York dipastikan akan menjadi energi tambahan bagi Gauff saat ia berusaha menembus pertahanan kokoh Rybakina demi satu tiket menuju partai puncak.
Turnamen tahun ini tidak hanya soal perebutan trofi, tetapi juga penghormatan terhadap nilai-nilai olahraga yang inklusif. Di tengah ketatnya persaingan, semangat yang diwariskan oleh tokoh tenis seperti Barbara Wynne dalam memajukan tenis akar rumput tetap terasa, memberikan inspirasi bagi para pemain yang kini bertarung di lapangan Billie Jean King National Tennis Center.
Melihat performa keempat petenis yang tersisa, babak semifinal ini menjanjikan pertarungan teknis yang sangat tinggi. Jessica Pegula kini berada di ambang sejarah pribadinya. Jika ia mampu mengatasi tekanan dan mengalahkan Sabalenka, ia akan melangkah ke final dengan kepercayaan diri yang sangat besar. Namun, dengan status Sabalenka yang sedang berada di puncak performa dan Rybakina yang baru saja mengamankan takhta nomor satu dunia, perebutan gelar juara US Open 2026 diprediksi akan menjadi salah satu yang paling sengit dalam sejarah tenis modern.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






