Dominasi Erling Haaland Warnai Malam Champions League yang Penuh Drama dan Ketegangan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Dominasi Erling Haaland Warnai Malam Champions League yang Penuh Drama dan Ketegangan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 September 2026 | Kembalinya kompetisi elit Eropa, UEFA Champions League, menyajikan berbagai kejutan dan intensitas tinggi di laga pembuka musim ini. Manchester City mengawali langkah mereka dengan hasil impresif setelah menundukkan Porto dengan skor 2-0, berkat performa tajam sang striker andalan, Erling Haaland. Namun, di balik kemenangan tersebut, terselip cerita mengenai sisi emosional sang bintang yang kian mencolok saat berada di bawah tekanan lawan.

Ketegangan Haaland dan Drama di Lapangan

Dalam pertandingan di Manchester tersebut, Erling Haaland kembali membuktikan kapasitasnya sebagai predator di depan gawang dengan mencetak dua gol. Catatan ini membawa total koleksi golnya di Champions League menjadi 59 gol dari 59 penampilan. Meski tampil dominan, laga ini tidak berjalan mulus tanpa gesekan. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-93, terjadi insiden panas antara Haaland dan bek Porto, Pablo Rosario.

Haaland yang sedang bergerak tanpa bola ditarik hingga terjatuh oleh Rosario. Situasi memanas ketika kamera menangkap momen tidak lazim di mana Rosario terlihat memegang bagian belakang tubuh Haaland saat mereka berebut posisi. Haaland, yang dikenal memiliki determinasi tinggi, tidak tinggal diam. Ia segera melayangkan protes dan memberikan gestur jari yang menunjukkan bahwa ia tidak terima dengan taktik kasar tersebut. Insiden ini menjadi cerminan bahwa Haaland kini memiliki sisi yang lebih agresif dan tidak takut untuk menghadapi provokasi fisik dari bek lawan yang mencoba menghentikan langkahnya.

Kontras Performa Akademi Manchester City

Sementara tim senior menunjukkan dominasi, nasib berbeda dialami oleh skuad Manchester City U-19 di kompetisi UEFA Youth League. Mereka harus menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Porto. Pelatih akademi, Oliver Reiss, mengakui bahwa anak asuhnya kalah dalam hal kedewasaan bermain dan kecerdikan taktis. Porto U-19 dinilai sangat mahir dalam menggunakan taktik ‘kotor’ untuk memecah konsentrasi City, seperti berpura-pura cedera untuk mengulur waktu atau sengaja memancing reaksi wasit.

Reiss menekankan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain mudanya agar lebih tangguh secara mental. Meski kecewa, ia menegaskan bahwa pengalaman menghadapi tim internasional dengan gaya bermain yang berbeda sangat krusial bagi perkembangan karier pemain muda Manchester City di masa depan.

Panggung Eropa yang Kembali Membara

Selain laga Manchester City, pekan pembuka Champions League musim ini juga diwarnai oleh kembalinya raksasa Italia, AS Roma, yang telah absen selama tujuh tahun dari kompetisi elit tersebut. Ambisi Roma untuk mengejutkan Eropa kini menjadi sorotan setelah mereka memulai perjalanan baru mereka. Di sisi lain, Real Madrid juga meraih kemenangan 2-1 atas Inter Milan, di mana Kylian Mbappe mencetak gol penting yang menyamai rekor legenda klub, Raul, dengan 71 gol di kompetisi Eropa.

Hasil pertandingan pembuka lainnya:

  • Borussia Dortmund 3-2 Villarreal
  • Real Betis 3-2 Lille
  • Aston Villa 3-2 Club Brugge
  • AEK Athens 1-0 LASK

Secara keseluruhan, awal musim ini memperlihatkan bahwa persaingan menuju gelar juara akan semakin ketat. Manchester City dan Real Madrid tetap menjadi favorit kuat, namun dengan adanya pemain seperti Erling Haaland yang semakin matang menghadapi provokasi, serta taktik yang semakin variatif dari tim-tim lawan, Champions League musim ini menjanjikan drama yang akan terus berlanjut hingga partai final.

Keberhasilan Manchester City dalam mengamankan tiga poin atas Porto menjadi sinyal kuat bahwa mereka siap mempertahankan status sebagai salah satu penantang utama gelar. Fokus kini beralih pada bagaimana para pelatih meracik strategi untuk meredam striker kelas dunia seperti Haaland, yang kini terbukti tidak hanya piawai mencetak gol, tetapi juga mampu menjaga ketenangan mental di tengah provokasi lawan yang sengit.