Gayatri Putri News – 09 September 2026 | Dunia pasar modal Indonesia tengah diramaikan oleh langkah ekspansif dua emiten energi raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Keduanya secara resmi mengumumkan aksi korporasi strategis yang memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai komoditas global, masing-masing melalui diversifikasi tambang emas dan pengembangan infrastruktur gas alam cair (LNG).
Langkah Strategis BUMI dalam Diversifikasi Komoditas
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan tonggak sejarah baru dengan merampungkan akuisisi 100 persen saham perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Limited. Transaksi yang menelan biaya sekitar Rp1 triliun ini dilakukan melalui anak usaha perseroan, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA). Langkah ini dipandang sebagai upaya diversifikasi geografis dan komoditas yang sangat krusial bagi BUMI, mengingat selama ini perseroan sangat bergantung pada sektor batu bara.
Analis Senior PT Mirae Asset Indonesia, Nafan Aji, menilai langkah ini sebagai growth option yang strategis. Menurutnya, aset tembaga dan emas yang dimiliki Loyal Metals memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan elektrifikasi dunia, pengembangan kendaraan listrik, hingga pembangunan pusat data. Meski demikian, aset ini masih memerlukan tahapan eksplorasi dan pengembangan infrastruktur sebelum dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan.
Pasar merespons positif aksi ini. Saham BUMI sempat mengalami penguatan sebesar 4,76 persen ke level Rp220 per saham pada perdagangan awal pekan. Bahkan, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) terhadap saham BUMI senilai Rp180,5 miliar, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap masa depan perusahaan.
RAJA Perluas Portofolio ke Segmen LNG
Di sisi lain, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memperkuat dominasinya di sektor gas bumi melalui anak usahanya, PT Raharja Gas Kasuri. Perseroan baru saja merampungkan akuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas dari Genting LNG. Transaksi ini menandai ekspansi signifikan RAJA dari bisnis gas pipa tradisional ke segmen midstream, likuefaksi, dan rantai nilai LNG yang lebih kompleks.
Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menegaskan bahwa kepemilikan saham di PT Layar Nusantara Gas memberikan eksposur langsung kepada proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) pertama di Indonesia. Proyek ini sangat strategis karena melibatkan pasokan gas dari Blok Kasuri di Papua Barat yang akan mengalirkan 230 mmscfd untuk fasilitas FLNG dan 102 mmscfd untuk kebutuhan pasar domestik.
Melalui kemitraan strategis dengan Genting Berhad Group, RAJA kini memiliki pijakan yang lebih kuat dalam mendukung ketahanan energi nasional. Meskipun transaksi ini belum berdampak material terhadap kondisi keuangan perseroan secara instan, langkah ini dianggap sebagai fondasi jangka panjang yang solid bagi ekosistem energi terintegrasi yang sedang dibangun oleh RAJA.
Secara keseluruhan, aksi korporasi yang dilakukan BUMI dan RAJA menunjukkan komitmen perusahaan energi nasional dalam beradaptasi dengan dinamika pasar global. BUMI dengan diversifikasi ke logam kritis, serta RAJA yang mendalami rantai nilai LNG, menjadi sinyal kuat bahwa emiten-emiten energi Indonesia sedang bertransformasi menjadi pemain yang lebih tangguh dan berorientasi pada masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






