Carlos Alcaraz Jadi Mimpi Buruk Harapan Amerika di US Open 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Carlos Alcaraz Jadi Mimpi Buruk Harapan Amerika di US Open 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 September 2026 | Turnamen US Open 2026 kini memasuki fase krusial di mana Carlos Alcaraz berdiri sebagai penghalang utama bagi dominasi tuan rumah. Petenis muda asal Spanyol ini melangkah mantap ke babak perempat final setelah menundukkan Tommy Paul dalam tiga set langsung, 6-4, 6-3, 6-4. Kemenangan ini memperpanjang rekor impresifnya di ajang Grand Slam menjadi 18 kemenangan beruntun, sekaligus menegaskan bahwa ia telah kembali ke performa terbaiknya pasca cedera pergelangan tangan yang sempat memaksanya absen selama empat bulan.

Tantangan Berat di Arthur Ashe Stadium

Di babak perempat final, Alcaraz akan menghadapi ujian berat melawan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton. Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena Shelton merupakan salah satu dari tiga petenis pria Amerika yang masih bertahan di babak delapan besar, bersama Frances Tiafoe dan Alex Michelsen. Kehadiran mereka membawa harapan besar bagi publik Amerika untuk melihat juara tunggal putra pertama dari negara mereka sejak Andy Roddick pada tahun 2003 silam.

Alcaraz menyadari bahwa ia tidak hanya akan melawan Shelton, tetapi juga tekanan dari 24.000 penonton di Arthur Ashe Stadium. “Saya pikir dia akan memanfaatkan dukungan penonton, terutama saat bermain di kandang sendiri,” ujar petenis berusia 23 tahun tersebut. Meskipun menghadapi atmosfer yang memihak lawan, Alcaraz tetap tenang dan fokus pada gaya permainannya yang kini lebih mengandalkan pengembalian servis yang presisi dibandingkan sekadar kekuatan servis keras seperti tahun sebelumnya.

Rivalitas yang Dibungkus Sportivitas

Pertemuan antara Alcaraz dan Shelton bukan sekadar persaingan teknis, melainkan juga sarat dengan sejarah sportivitas. Dalam pertemuan mereka sebelumnya di French Open tahun lalu, Alcaraz sempat melakukan aksi terpuji dengan mengakui pelanggaran yang ia lakukan sendiri, meski wasit tidak melihatnya. Aksi tersebut sempat membuat Shelton terkejut, namun menunjukkan integritas tinggi dari sang juara bertahan.

Pengamat tenis, Mark Petchey, mencatat bahwa momen tersebut menunjukkan kedewasaan Alcaraz di lapangan. Menurutnya, Shelton sendiri sangat menghargai kejujuran tersebut karena ia memiliki prinsip yang sama untuk memenangkan pertandingan secara adil. Rivalitas yang sehat ini diprediksi akan membuat duel perempat final nanti menjadi salah satu tontonan paling menarik di musim ini.

Statistik Perjalanan Menuju Perempat Final

Berikut adalah catatan performa singkat para pemain yang menonjol di perempat final US Open 2026:

  • Carlos Alcaraz: Hanya kehilangan satu set dalam empat pertandingan menuju perempat final.
  • Ben Shelton: Berhasil menyingkirkan Stefanos Tsitsipas dengan performa dominan di babak sebelumnya.
  • Dominasi Amerika: Sebanyak lima petenis pria Amerika Serikat mencapai babak 16 besar, jumlah terbanyak sejak tahun 1995.

Secara keseluruhan, Carlos Alcaraz berada dalam posisi yang sangat menantang sekaligus prestisius. Jika ia mampu menaklukkan Shelton, ia akan berhadapan dengan pemenang antara Frances Tiafoe atau Alex Michelsen di babak semifinal. Keberhasilan Alcaraz melaju hingga ke partai final tidak hanya akan mengukuhkan posisinya sebagai favorit juara, tetapi juga secara efektif mengubur mimpi Amerika untuk mengakhiri penantian panjang mereka selama 23 tahun di ajang Grand Slam kandang sendiri.

Ketangguhan mental dan gaya bermain yang adaptif akan menjadi kunci bagi Alcaraz dalam menghadapi gelombang dukungan penonton tuan rumah. Bagi para penggemar tenis, pertandingan di Arthur Ashe Stadium ini dipastikan akan menyajikan aksi tingkat tinggi yang akan menentukan peta kekuatan tenis dunia di masa depan.