Gayatri Putri News – 05 September 2026 | Kabar menggembirakan datang dari wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang selama beberapa pekan terakhir terus bergelut dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Sabtu (5/9/2026), hujan deras akhirnya mengguyur sejumlah kawasan, memberikan sedikit napas lega bagi warga yang terdampak kabut asap akibat kemarau panjang.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, intensitas hujan yang cukup tinggi terpantau turun di kawasan Juai, Kabupaten Tabalong. Selain itu, hujan juga membasahi wilayah perbatasan antara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Masyarakat berharap fenomena alam ini dapat berlanjut secara merata di seluruh wilayah Kalsel guna menekan titik panas yang masih tersebar luas.
Kondisi kemarau panjang tahun 2026 ini memang tergolong cukup kritis. Berikut adalah data dampak karhutla di Kalimantan Selatan periode 1 Januari hingga 1 September 2026:
| Keterangan | Data Statistik |
|---|---|
| Total Kejadian Karhutla | 2.332 kejadian |
| Luas Lahan Terbakar | 12.339,74 hektare |
| Titik Panas (Hotspot) | 17.093 titik |
Pemerintah Provinsi Kalsel saat ini masih menetapkan status Siaga Darurat Karhutla hingga akhir Oktober 2026. BPBD Kalsel mencatat bahwa wilayah dengan angka kejadian tertinggi berada di Kota Banjarbaru, disusul oleh Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Laut. BMKG telah memprediksi bahwa periode Agustus hingga September menjadi puncak musim kemarau dan risiko kebakaran lahan akibat fenomena El Nino.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam pengendalian karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat kabut asap masih menyelimuti wilayah mereka.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






