Drama di St. Jakob Park: Comeback Sensasional Sion Bungkam FC Basel dalam Duel Sengit Super League

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Drama di St. Jakob Park: Comeback Sensasional Sion Bungkam FC Basel dalam Duel Sengit Super League

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 September 2026 | Stadion St. Jakob Park menjadi saksi bisu sebuah drama sepak bola yang mengguncang publik Basel. Dalam pertandingan lanjutan Swiss Super League, FC Basel harus menelan pil pahit setelah keunggulan satu gol mereka sirna dalam sepuluh menit terakhir, memberikan kemenangan dramatis 2-1 bagi tim tamu, FC Sion. Hasil ini sekaligus menandai catatan sejarah bagi Sion yang berhasil memenangkan laga tandang di markas Basel untuk kedua kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian yang terasa mustahil setelah 37 pertemuan sebelumnya selalu berakhir tanpa kemenangan bagi mereka.

Dominasi Awal Basel dan Aksi Žan Celar

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. FC Basel, yang berambisi mengamankan poin penuh di kandang, tampil mendominasi sejak menit awal. Žan Celar, penyerang yang sedang dalam performa puncak, kembali membuktikan ketajamannya. Pada menit ke-40, Celar berhasil memecah kebuntuan melalui penyelesaian akhir yang berkelas memanfaatkan umpan panjang dari Asane Sow. Gol tersebut menjadi bukti nyata kontribusi besar Celar sejak kedatangannya, di mana ia telah mencatatkan lima gol dalam tujuh penampilan di seluruh kompetisi.

Xherdan Shaqiri, yang untuk pertama kalinya sejak awal Agustus kembali masuk dalam daftar starting lineup, sempat memberikan harapan besar bagi tuan rumah. Kreativitasnya di lini tengah memberikan dimensi serangan yang berbeda. Bahkan, ia sempat mengirimkan umpan tendangan bebas yang berujung gol oleh Celar, namun sayang dianulir oleh wasit karena posisi offside.

Kartu Merah dan Perubahan Taktis yang Kontroversial

Titik balik pertandingan terjadi di babak kedua. Keputusan pelatih Stephan Lichtsteiner untuk menarik keluar Xherdan Shaqiri sebelum satu jam permainan berjalan memicu perdebatan. Shaqiri, yang tampak terlihat tidak puas dengan keputusan tersebut, meninggalkan lapangan dengan gelengan kepala. Lichtsteiner menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan karena kondisi fisik sang kapten yang sedang berjuang dengan cedera punggung dalam beberapa pekan terakhir.

Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah setelah bek kiri Moussa Cissé menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat. Bermain dengan sepuluh orang, FC Basel kehilangan kendali atas tempo permainan. Keunggulan 1-0 yang dijaga dengan susah payah akhirnya runtuh di hadapan keganasan lini depan Sion yang dimotori oleh bintang muda, Winsley Boteli.

Aksi Magis Winsley Boteli

Winsley Boteli muncul sebagai pahlawan kemenangan Sion. Pemain tim nasional U-21 Swiss ini mencetak gol penyeimbang pada menit ke-76 melalui tendangan terdefleksi yang beruntung. Hanya berselang tiga menit, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah tembakan voli yang spektakuler. Dua gol cepat ini memastikan Sion membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin krusial. Performa Boteli musim ini memang luar biasa, dengan total dua belas gol dalam sebelas pertandingan, menjadikannya salah satu ancaman paling mematikan di liga saat ini.

Kekalahan ini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi FC Basel. Meski secara statistik tim seringkali tampil lebih baik ketika Shaqiri berada di lapangan, mereka kini harus segera mengalihkan fokus untuk pertandingan berikutnya melawan pemuncak klasemen, Lugano. Sementara bagi Sion, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan bukti bahwa mereka kini menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara musim ini. Kekompakan tim dan ketajaman di depan gawang menjadi kunci utama keberhasilan mereka menaklukkan St. Jakob Park.