Bansos Mendadak Dihentikan? Begini Cara Cek Desil Kemensos 2026 dan Langkah Sanggahannya

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Bansos Mendadak Dihentikan? Begini Cara Cek Desil Kemensos 2026 dan Langkah Sanggahannya

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Polemik mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di tengah masyarakat. Salah satu kasus yang menyita perhatian terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di mana seorang lansia yang bekerja sebagai tukang tambal ban harus menerima kenyataan pahit bahwa bantuan yang diterimanya dihentikan secara sepihak. Ia terkejut saat mengetahui alasan penghentian tersebut adalah karena namanya tercatat dalam sistem memiliki mobil, sebuah aset yang sangat jauh dari realita kehidupannya sehari-hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih proaktif memantau status kesejahteraan mereka melalui layanan resmi. Pemerintah saat ini telah menyediakan kanal cek desil Kemensos go id 2026 yang dapat diakses secara mandiri melalui perangkat ponsel maupun komputer. Sistem ini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan utama dalam menentukan sasaran bantuan sosial nasional.

Memahami Sistem Desil dalam Penyaluran Bansos

Desil merupakan sistem perankingan tingkat kesejahteraan keluarga yang dibagi ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kondisi hunian, hingga kepemilikan aset. Berikut adalah pembagian kategori desil yang digunakan oleh pemerintah:

  • Desil 1: Kelompok ekonomi sangat miskin.
  • Desil 2: Kelompok ekonomi miskin.
  • Desil 3: Kelompok ekonomi hampir miskin.
  • Desil 4: Kelompok ekonomi rentan miskin.
  • Desil 5: Kelompok ekonomi pas-pasan.
  • Desil 6-7: Kelompok keluarga menengah.
  • Desil 8: Kelompok keluarga relatif mapan.
  • Desil 9-10: Kelompok keluarga kaya atau kaya raya.

Masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 umumnya diprioritaskan sebagai penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Langkah Cek Desil Kemensos 2026

Untuk memastikan status data Anda tetap akurat, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri dengan langkah-langkah berikut:

  1. Akses laman resmi cekbansos.kemensos.go.id melalui browser.
  2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan data yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  3. Isikan kode keamanan atau captcha yang muncul di layar dengan benar.
  4. Klik tombol cari data untuk melihat informasi status kepesertaan.
  5. Sistem akan menampilkan identitas penerima, kelompok desil, jenis bantuan, serta periode penyaluran.

Penting untuk dipahami bahwa data desil bersifat dinamis. Proses pemutakhiran data saat ini sedang dilakukan secara intensif oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sinkronisasi data dari berbagai instansi seperti BKKBN dan sensus sosial ekonomi. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mengenai percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Cara Mengajukan Sanggahan Jika Data Keliru

Jika Anda merasa terjadi kekeliruan dalam data sosial ekonomi yang tercatat, seperti kasus yang menimpa warga di Blora, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Langkah yang harus ditempuh adalah melakukan sanggahan melalui operator aplikasi SIKS-NG di tingkat desa atau kelurahan setempat. Petugas akan membantu melakukan verifikasi ulang agar data yang tercatat di sistem kembali sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Masyarakat diharapkan tetap aktif mengawal data mereka agar hak bantuan sosial dapat tersalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

Secara keseluruhan, transparansi data melalui portal resmi pemerintah ini merupakan langkah krusial untuk menciptakan keadilan sosial. Dengan memahami posisi desil keluarga masing-masing, masyarakat dapat lebih mudah memantau haknya sekaligus membantu pemerintah dalam memvalidasi data kemiskinan nasional yang lebih akurat dan tepat sasaran di masa depan.