Klaim ‘Manusia Terbang’ Berujung Pemecatan, Karier Akademik Solehah Yaacob Tamat di IIUM

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Klaim 'Manusia Terbang' Berujung Pemecatan, Karier Akademik Solehah Yaacob Tamat di IIUM

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 Agustus 2026 | Dunia akademik Malaysia kini tengah diguncang oleh polemik yang melibatkan seorang mantan profesor di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM). Dr. Solehah Yaacob, yang sebelumnya dikenal sebagai pakar di bidang bahasa dan linguistik Arab, harus menelan pil pahit berupa pemecatan dari institusi tempatnya mengabdi. Keputusan tegas ini diambil pihak universitas menyusul serangkaian pernyataan kontroversial yang dilontarkannya ke ruang publik terkait sejarah dan peradaban Melayu kuno.

Deretan Klaim yang Dianggap Tidak Logis

Kontroversi ini memuncak ketika Solehah melontarkan pernyataan yang dinilai tidak masuk akal oleh kalangan sejarawan dan akademisi. Dalam sebuah kesempatan, ia mengklaim bahwa masyarakat Melayu kuno memiliki kemampuan untuk terbang. Tidak berhenti sampai di situ, ia bahkan menyebut bahwa bangsa Melayu kuno adalah pihak yang mengajarkan teknik ‘kung fu terbang’ kepada masyarakat Tionghoa.

Pernyataan tersebut hanyalah satu dari sekian banyak klaim yang kerap ia buat selama setahun terakhir. Berikut adalah beberapa narasi kontroversial yang pernah ia sampaikan:

  • Orang Romawi kuno belajar teknik pembuatan kapal dari bangsa Melayu.
  • Istri Nabi Muhammad SAW, Khadijah, memiliki kaitan sejarah dengan dunia Melayu.
  • Deposit bijih besi di Kedah, Malaysia, merupakan dampak dari tumbukan meteor di masa lampau.

Berbagai klaim ini memicu gelombang kritik dari masyarakat luas dan pakar sejarah, yang menganggap pernyataan tersebut tidak memiliki landasan data maupun fakta ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai seorang akademisi dengan gelar profesor, ucapannya dianggap telah mencederai integritas dunia pendidikan.

Langkah Tegas Universitas Islam Internasional Malaysia

Menanggapi kegaduhan yang terus berlanjut, pihak IIUM melalui Kantor Komunikasi, Advokasi, dan Promosi mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (23/8/2026). Universitas mengonfirmasi bahwa Solehah Yaacob telah diberhentikan dari tugas akademisnya efektif sejak 27 April 2026.

Pihak universitas menegaskan bahwa Solehah tidak lagi memiliki hak untuk mengklaim afiliasi apa pun dengan institusi tersebut. Larangan tegas juga diberlakukan agar ia tidak menggunakan gelar, jabatan, atau nama universitas dalam berbagai materi promosi, pemberitaan media, maupun publikasi ilmiah di masa depan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga reputasi dan martabat akademis IIUM di mata dunia internasional.

Meski telah dipecat, Solehah diketahui mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Industri Malaysia. Ia menuding pihak universitas telah bertindak tidak profesional dalam proses pemberhentian dirinya. Namun, hingga saat ini, posisi resmi IIUM tetap teguh bahwa status Solehah sebagai dosen dan profesor di sana telah berakhir.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para akademisi mengenai pentingnya menjaga kredibilitas dan kebenaran ilmiah dalam setiap pernyataan publik. Di dunia pendidikan tinggi, gelar profesor menuntut tanggung jawab moral yang besar untuk menyajikan informasi berbasis fakta, bukan spekulasi yang justru dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.