Kebangkitan Royal Blues: Edin Džeko Memimpin Schalke Kembali ke Panggung Bundesliga

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Kebangkitan Royal Blues: Edin Džeko Memimpin Schalke Kembali ke Panggung Bundesliga

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 26 Agustus 2026 | Gelsenkirchen kembali bergairah. Setelah menanti sejak 2023, klub legendaris FC Schalke 04 akhirnya kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi sepak bola Jerman, Bundesliga. Musim 2026/27 menjadi momen krusial bagi Die Knappen untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang sekadar numpang lewat, melainkan kekuatan yang layak diperhitungkan di papan atas.

Sentuhan Magis Sang Veteran

Di tengah ekspektasi tinggi para pendukung, sosok Edin Džeko muncul sebagai komandan di lini depan. Meski usianya telah menyentuh angka 40 tahun, ketajaman penyerang asal Bosnia-Herzegovina ini belum pudar. Džeko, yang bergabung sejak Januari lalu, telah menjadi kunci keberhasilan Schalke mengunci gelar juara Bundesliga 2 musim lalu. Kontribusi nyata Džeko terlihat kembali saat ia mencetak dua gol krusial dalam kemenangan 5-2 atas Hallescher FC di ajang DFB Cup, sebuah sinyal bagi Augsburg yang akan menjadi lawan pertama mereka di Bundesliga pada akhir pekan ini.

Muslić, sang pelatih, sangat mengandalkan pengalaman Džeko untuk menjadi titik fokus serangan. Statistik mencatat bahwa Džeko memenangkan 58 duel udara hanya dalam 11 penampilan liga musim lalu, sebuah bukti bahwa fisiknya masih mampu bersaing di level kompetitif. Džeko sendiri menegaskan komitmennya untuk membawa Schalke kembali ke tempat yang seharusnya.

Wajah Baru dan Harapan di Gelsenkirchen

Selain Džeko, Schalke juga melakukan peremajaan skuad dengan mendatangkan talenta muda. Junior Adamu, penyerang yang sempat mengalami masa sulit selama masa pinjaman di Celtic, kini mencoba peruntungan baru di Jerman. Debutnya bersama Schalke di DFB Cup terbilang manis. Seperti saat ia membuka keran golnya di Glasgow, Adamu berhasil mencetak gol krusial di babak perpanjangan waktu melawan Hallescher FC. Momen ini diharapkan menjadi titik balik bagi karier Adamu agar bisa lebih konsisten di Bundesliga.

Sementara itu, dinamika transfer di Eropa juga mewarnai persiapan klub-klub lain. Leicester City, misalnya, baru saja mengamankan jasa bek muda asal Finlandia, Ilari Kangasniemi, dengan nilai transfer yang memecahkan rekor nasional Finlandia. Menariknya, rekor sebelumnya dipegang oleh Teemu Pukki saat ia bergabung dengan Schalke pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan betapa Schalke memiliki sejarah panjang dalam menjadi batu loncatan bagi pemain-pemain berbakat Eropa.

Menatap Masa Depan

Langkah Schalke di Bundesliga musim ini tidak akan mudah. Persaingan kian ketat dengan klub-klub yang juga aktif memperkuat skuad, seperti Chelsea di Inggris yang baru saja mendatangkan Morgan Rogers, hingga dominasi Roma di Serie A. Namun, dengan perpaduan antara pengalaman matang dari seorang Edin Džeko dan semangat juang para pemain muda, Schalke memiliki fondasi yang cukup solid.

Kehadiran kembali Schalke di Bundesliga bukan hanya tentang nostalgia, tetapi tentang bagaimana klub ini mampu beradaptasi dengan tuntutan sepak bola modern yang mengandalkan kecepatan dan efisiensi. Fokus utama mereka saat ini adalah menjaga stabilitas di lini pertahanan dan memanfaatkan setiap peluang yang diciptakan oleh para penyerang mereka. Jika tren positif di DFB Cup dapat dipertahankan, bukan tidak mungkin Schalke akan menjadi tim kejutan yang merepotkan klub-klub mapan di Jerman musim ini.