Gayatri Putri News – 25 Agustus 2026 | Seorang perawat home care berinisial NJ dilaporkan ke Polresta Banjarmasin oleh sejumlah nasabah atas dugaan penipuan berkedok praktik arisan. Para korban mengaku menderita kerugian materiil dengan total mencapai miliaran rupiah akibat skema investasi yang dijalankan oleh terlapor.
Kronologi Modus Arisan Home Care
Praktik ini bermula ketika NJ menawarkan arisan kepada klien-kliennya. Salah satu korban bernama Zulis menceritakan bahwa ia awalnya ditawari arisan online dengan setoran Rp10 juta dan dijanjikan keuntungan Rp5 juta dalam kurun waktu satu bulan. Namun, keuntungan tersebut tidak pernah diterima secara utuh karena NJ terus membujuk korban agar modal beserta keuntungannya diputar kembali dalam putaran berikutnya dengan iming-iming bonus tambahan.
Pola serupa juga dialami oleh korban lainnya bernama Nur. Awalnya, kegiatan ini berjalan normal, namun kemudian NJ mulai menawarkan pembelian slot arisan dengan berbagai alasan mendesak, seperti:
- Kebutuhan biaya kuliah.
- Keperluan mendesak suami.
- Rencana keberangkatan umroh.
Nur mengaku telah menyetorkan dana dengan nominal bervariasi mulai dari Rp3 juta hingga Rp25 juta dalam rentang waktu Maret hingga Juni 2026, yang mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah bagi dirinya sendiri.
Upaya Hukum Korban
Setelah keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung cair, para korban sempat melakukan pencarian terhadap NJ. Mereka bahkan sempat mendatangi kediaman NJ di Jalan Pramuka, namun terlapor sudah tidak berada di tempat. Korban akhirnya menemukan NJ di sebuah rumah kos di wilayah Banjarmasin Selatan. Karena situasi sempat memanas, NJ kemudian diamankan ke Polsek Banjarmasin Selatan sebelum akhirnya kasus ini dilaporkan secara resmi ke Polresta Banjarmasin.
Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami laporan para korban untuk mengungkap mekanisme operasional arisan yang dijalankan NJ serta memastikan total nilai kerugian yang dialami seluruh nasabah. Para korban berharap agar proses hukum dapat segera berjalan dan keadilan dapat ditegakkan atas kerugian yang mereka alami.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






