Habib Farhan Minta Pemerintah Siaga dan Siap Hadapi Karhutla di Kalsel

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Habib Farhan Minta Pemerintah Siaga dan Siap Hadapi Karhutla di Kalsel

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 25 Agustus 2026 | Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan Husien BSA, mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan. Kabut asap yang ditimbulkan telah memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Habib Farhan menekankan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah preventif yang lebih sensitif. Ia meminta agar penyebab kebakaran, baik akibat faktor alam maupun kesengajaan, segera diidentifikasi. Koordinasi antar instansi perlu diperkuat demi memaksimalkan upaya pencegahan di lapangan.

Berikut adalah poin-poin krusial yang ditegaskan oleh Habib Farhan terkait penanganan karhutla:

  • Penyediaan alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung operasional pencegahan kebakaran secara maksimal.
  • Penyediaan stok obat-obatan untuk ISPA dan masker sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.
  • Pengawasan ketat terhadap stabilitas harga kebutuhan kesehatan selama kondisi darurat asap berlangsung.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kalimantan Selatan saat ini berada di urutan kelima nasional untuk kualitas udara terburuk. Kondisi ini menempatkan wilayah tersebut dalam pengawasan serius pemerintah pusat, menyusul provinsi lain di Kalimantan seperti Kalimantan Tengah yang mencatatkan angka ISPU dalam kategori berbahaya.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa ini berharap pemerintah tidak menunggu kondisi memburuk sebelum bertindak. Dukungan sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia secara konsisten dianggap menjadi kunci utama dalam melindungi warga dari dampak paparan asap yang berbahaya bagi pernapasan.