Awal Musim Kelabu OGC Nice: Tertahan di Kandang dan Lepas Bintang Utama

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Awal Musim Kelabu OGC Nice: Tertahan di Kandang dan Lepas Bintang Utama

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 24 Agustus 2026 | Awal musim Ligue 1 2026-2027 menjadi ujian berat bagi OGC Nice. Dalam laga pembuka yang berlangsung di Allianz Riviera pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tim berjuluk Les Aiglons ini gagal mengamankan poin penuh setelah dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh FC Lorient. Pertandingan yang digelar tanpa kehadiran penonton akibat sanksi disiplin tersebut menjadi debut kompetitif yang kurang memuaskan bagi pelatih baru, Olivier Pantaloni.

Sepanjang 90 menit, permainan kedua tim cenderung tertutup dengan minimnya peluang emas yang tercipta. Nice tampak kesulitan membongkar pertahanan lawan, sementara Lorient justru memberikan ancaman lebih berbahaya pada babak kedua. Beruntung bagi tuan rumah, penjaga gawang Yéhvann Diouf tampil impresif dengan beberapa penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas striker Lorient, Aiyegun Tosin. Hasil imbang 0-0 ini kian memperpanjang catatan negatif Nice yang belum pernah meraih kemenangan di kandang sejak akhir musim lalu, sebuah tren yang sempat memaksa mereka berjuang di babak play-off untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Prancis.

Rombakan Skuad Demi Stabilitas Finansial

Di luar lapangan, OGC Nice justru menunjukkan aktivitas yang sangat agresif dalam bursa transfer musim panas 2026. Manajemen klub tampaknya memprioritaskan pembenahan kondisi keuangan setelah musim sebelumnya yang dinilai kurang optimal. Langkah strategis diambil dengan melepas dua pemain kunci yang memberikan suntikan dana segar sebesar 17,5 juta euro ke kas klub.

Penjualan paling mencolok adalah kepindahan winger berbakat Mohamed-Ali Cho ke klub promosi Premier League, Hull City. Transfer ini bernilai 15 juta euro, ditambah dengan klausul bonus yang akan cair jika Hull City mampu bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris musim depan. Kepindahan pemain berusia 22 tahun ini mencatatkan rekor penjualan tertinggi bagi Nice sepanjang bursa transfer musim panas ini, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Charles Vanhoutte.

Selain Cho, striker asal Nigeria, Terem Moffi, juga resmi dilepas ke klub Bundesliga, Hamburger SV. Pemain berusia 27 tahun yang sempat menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman di FC Porto tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan nilai transfer sebesar 2,5 juta euro. Kepergian Moffi menandai akhir dari ketegangan yang sempat terjadi antara sang pemain dengan basis pendukung Nice pada pertengahan musim lalu.

Ambisi Bangkit di Musim Baru

Meski harus kehilangan dua pilar utama, manajemen OGC Nice tidak berdiam diri. Klub dikabarkan tengah berupaya keras untuk merombak lini depan dan tengah demi memperbaiki performa tim. Beberapa nama yang santer dikaitkan dengan kepindahan ke Allianz Riviera di antaranya adalah striker Pantai Gading, Elye Wahi, serta gelandang muda berbakat dari Nantes, Johann Lepenant.

Langkah-langkah restrukturisasi ini mencerminkan ambisi besar Nice untuk segera bangkit dari keterpurukan. Pelatih Olivier Pantaloni kini memikul tanggung jawab besar untuk memadukan wajah-wajah baru ke dalam sistem permainannya, sekaligus mengakhiri kutukan tanpa kemenangan di laga kandang. Fokus utama klub saat ini adalah mencapai kestabilan performa agar dapat bersaing lebih kompetitif di papan atas Ligue 1, sembari memastikan kesehatan finansial klub tetap terjaga melalui kebijakan transfer yang lebih terukur.

Perjalanan musim 2026-2027 masih sangat panjang. Hasil imbang melawan Lorient hanyalah titik awal dari serangkaian tantangan yang akan dihadapi. Dengan dukungan manajemen dalam mendatangkan pemain anyar serta adaptasi taktik di bawah asuhan Pantaloni, OGC Nice diharapkan mampu menemukan kembali identitas permainan mereka dan segera kembali ke jalur kemenangan dalam laga-laga mendatang.