Gayatri Putri News – 22 Agustus 2026 | Getafe berhasil mengamankan modal berharga dalam upaya mereka menembus fase liga UEFA Conference League. Dalam laga leg pertama babak play-off yang berlangsung dramatis di Coliseum Alfonso Pérez pada Kamis malam, tim berjuluk Azulones ini sukses menaklukkan Partizan Belgrade dengan skor meyakinkan 3-1, meski sempat bermain dengan sepuluh orang di lapangan.
Pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi pelatih José Bordalás. Setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Alavés di laga pembuka La Liga, Getafe dituntut untuk segera bangkit. Bordalás merespons tantangan tersebut dengan melakukan rotasi strategis, termasuk memberikan kepercayaan kepada Enes Unal yang baru saja kembali bergabung dengan klub awal bulan ini.
Dominasi dan Perlawanan Sengit
Getafe memulai laga dengan agresivitas tinggi. Hasilnya terlihat pada menit ke-9 ketika Enes Unal sukses mengonversi umpan silang matang dari Johan Mojica menjadi gol pembuka. Keunggulan tersebut sempat bertahan cukup lama sebelum Partizan Belgrade, yang dikenal memiliki lini serang tajam, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi Demba Seck dua menit sebelum babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, tantangan bagi Getafe semakin berat. Pada menit ke-68, bek Abdelkabir Abqar harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Kehilangan satu pemain memaksa Bordalás untuk melakukan penyesuaian taktis agar tim tetap mampu menahan gempuran lawan sekaligus mencari celah untuk mencetak gol tambahan.
Gol Krusial di Menit Akhir
Meski bermain dengan sepuluh pemain, mentalitas juang skuad Getafe tetap terjaga. Memasuki menit ke-87, upaya keras mereka membuahkan hasil. Pemain pengganti, Andres Garcia, berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima operan dari Martin Satriano. Tidak berhenti di situ, tiga menit berselang, Johan Mojica memastikan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah melalui gol penutup yang kembali berawal dari kreasi Satriano.
Kemenangan ini memberikan keuntungan agregat dua gol bagi Getafe sebelum mereka bertandang ke Belgrade untuk melakoni leg kedua pada 27 Agustus mendatang. Hasil ini juga menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan tim setelah masa pramusim yang tidak menentu dan awal liga yang mengecewakan.
Langkah Menuju Fase Utama
Keberhasilan ini membawa Getafe selangkah lebih dekat untuk mengakhiri penantian panjang mereka tampil di kompetisi Eropa sejak musim 2019-2020. Fokus kini beralih pada persiapan fisik dan mental para pemain untuk menghadapi leg kedua di markas lawan. Partizan, yang sebelumnya tampil impresif dengan menyapu bersih empat laga kualifikasi, dipastikan akan memberikan perlawanan habis-habisan di depan pendukung mereka sendiri.
Bagi Getafe, disiplin tinggi dan efektivitas serangan terbukti menjadi kunci utama dalam memenangkan duel sengit ini. Dengan keunggulan agregat 3-1, mereka kini memiliki posisi yang lebih menguntungkan untuk melangkah ke fase liga, namun Bordalás tetap menekankan bahwa tugas tim belum selesai sepenuhnya. Fokus utama saat ini adalah menjaga kebugaran pemain dan memastikan strategi yang tepat diterapkan untuk mengamankan tiket ke putaran final turnamen bergengsi ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






