Drama di Montilivi: Aksi Pembangkangan Viktor Tsygankov Guncang Girona

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Drama di Montilivi: Aksi Pembangkangan Viktor Tsygankov Guncang Girona

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 18 Agustus 2026 | Kembalinya Girona ke kancah kompetisi divisi kedua Spanyol tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Alih-alih merayakan awal musim dengan semangat baru, klub asal Catalan tersebut justru terjebak dalam pusaran konflik internal yang melibatkan sejumlah pemain kunci. Laga pembuka melawan Leganés di Stadion Montilivi yang berakhir imbang 1-1, terpaksa tertutup oleh drama di luar lapangan yang melibatkan penyerang asal Ukraina, Viktor Tsygankov.

Ketegangan di Balik Layar

Situasi memanas ketika pelatih baru Girona, Quique Álvarez, secara terbuka mengungkapkan tindakan indisipliner Tsygankov dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Meski telah dimasukkan ke dalam daftar skuad, Tsygankov dengan tegas menolak untuk mengenakan seragam tim dan memilih untuk menyaksikan laga dari tribun penonton. Keputusan ini memicu kemarahan suporter yang mencemooh sang pemain saat wajahnya tertangkap kamera sedang sibuk dengan ponselnya di area VIP.

Pihak klub mengonfirmasi adanya ketegangan yang serius. Tsygankov sendiri telah lama menyatakan keinginannya untuk hengkang menyusul degradasi Girona dari kasta tertinggi musim lalu. Pemain tersebut merasa masa depannya tidak lagi sejalan dengan proyek yang ditawarkan klub. Ketegangan semakin memuncak setelah beredar kabar bahwa terjadi perdebatan sengit antara sang pemain dengan staf teknis sesaat setelah peluit akhir dibunyikan.

Sikap Pemain dan Respons Klub

Melalui media sosial, Tsygankov sempat membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan pihak klub yang melarangnya memberikan wawancara tanpa izin. Unggahan tersebut disertai dengan pesan misterius yang berbunyi, “Suatu hari nanti saya akan bicara,” yang semakin memperkeruh hubungan kedua belah pihak. Di sisi lain, Girona melalui manajemennya berusaha meredam situasi dengan menyatakan bahwa masalah ini akan diselesaikan secara internal.

Selain nama Tsygankov, spekulasi sempat berkembang mengenai penyerang lainnya, Vladyslav Vanat, yang diduga juga enggan bermain. Namun, Vanat dengan cepat membantah rumor tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya di lapangan murni merupakan keputusan taktis pelatih setelah bek tengah tim mengalami cedera, sehingga rencana pergantian pemain harus diubah secara mendadak.

Masa Depan yang Belum Pasti

Girona kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan stabilitas skuad di tengah bursa transfer yang semakin mendekati penutupan. Beberapa klub dari kasta tertinggi Spanyol, termasuk Valencia dan Celta Vigo, dikabarkan memantau situasi Tsygankov. Namun, harga yang dipatok oleh manajemen Girona, yang kabarnya berkisar antara 10 hingga 15 juta euro, menjadi hambatan utama bagi klub-klub peminat.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi manajemen klub. Keberhasilan Girona untuk kembali ke papan atas akan sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola ego pemain bintang dan memastikan komitmen profesional di dalam ruang ganti. Tanpa adanya resolusi cepat terkait masa depan pemain yang ingin hengkang, potensi konflik serupa diprediksi akan terus membayangi perjalanan mereka di sisa musim ini.

Pada akhirnya, insiden di Montilivi menjadi pengingat bahwa dinamika sepak bola profesional tidak hanya ditentukan oleh hasil di atas lapangan, tetapi juga oleh keharmonisan di balik layar. Girona harus segera mengambil langkah tegas untuk memulihkan ketertiban ruang ganti agar fokus tim tetap terjaga dalam upaya mengejar target promosi kembali ke kasta tertinggi Liga Spanyol.