Gayatri Putri News – 17 Agustus 2026 | Signal Iduna Park menjadi saksi bisu pertarungan taktis antara Borussia Dortmund dan AS Roma dalam laga uji coba pramusim yang berlangsung penuh tensi pada Sabtu lalu. Pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi kedua tim sebelum mereka terjun ke kompetisi domestik yang sesungguhnya. Bagi AS Roma, laga ini memberikan gambaran jelas mengenai progres taktis di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, sementara bagi Dortmund, ini adalah penutup rangkaian pemanasan musim panas yang intens.
Dortmund, yang dipimpin oleh pelatih Niko Kovać, sempat dikejutkan oleh permainan agresif Giallorossi. Hanya dalam sembilan menit pertama, AS Roma berhasil unggul dua gol tanpa balas. Keunggulan cepat ini membuat publik tuan rumah terhenyak, namun menunjukkan bahwa Roma memiliki potensi serangan yang berbahaya di sepertiga akhir lapangan, terutama dengan kehadiran Donyell Malen yang berhadapan dengan mantan klubnya, serta kreativitas Paulo Dybala yang sempat memamerkan sihirnya di lapangan.
Niko Kovać mengakui bahwa timnya sempat kehilangan fokus di menit-menit awal. Namun, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang anak asuhnya. Dortmund perlahan mampu bangkit dari ketertinggalan dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol dari Julian Ryerson dan Serhou Guirassy. Upaya Dortmund untuk membalikkan keadaan bahkan sempat nyaris membuahkan hasil ketika pemain muda Konstantinos Karetsas melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang.
Berikut adalah susunan pemain utama yang diturunkan dalam laga tersebut:
| Tim | Starting XI |
|---|---|
| Borussia Dortmund | Kobel, Gadou, Mane, Bensebaini, Svensson, Nmecha, Bellingham, Ryerson, Karetsas, Inácio, Guirassy |
| AS Roma | Svilar, Hermoso, Ndicka, Mancini, Lulli, Cristante, El Aynaoui, Rensch, Soule, Dybala, Malen |
Di balik dinamika lapangan hijau, dunia sepak bola juga tengah menyoroti langkah strategis para pelaku industri. Mantan direktur olahraga AS Roma, Monchi, yang kini menjabat sebagai direktur olahraga Espanyol, memberikan perspektif menarik mengenai pencarian bakat. Ia menekankan bahwa kompetisi kasta kedua di Inggris, Championship, merupakan tambang emas yang sering kali kurang dipahami namun menyimpan potensi pemain luar biasa yang siap bersinar di liga-liga top Eropa.
Sementara itu, perbincangan mengenai masa depan legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, turut mewarnai pemberitaan olahraga pekan ini. Ronaldo mengungkapkan bahwa musim 2026-27 bersama Al-Nassr kemungkinan besar akan menjadi musim terakhirnya sebagai pemain profesional. Dengan kontrak yang akan berakhir dan rencana hidup yang telah disusun matang, ia berkomitmen untuk meninggalkan warisan spektakuler sebelum akhirnya gantung sepatu pada usia 42 tahun.
Pertandingan antara Dortmund dan Roma ini bukan sekadar laga persahabatan, melainkan cerminan dari persiapan serius klub-klub besar Eropa. AS Roma, di bawah arahan Gasperini, masih memiliki pekerjaan rumah dalam hal konsistensi taktis, namun performa melawan tim Bundesliga di kandang lawan memberikan indikasi positif mengenai karakter tim. Dengan berakhirnya rangkaian pramusim ini, fokus kini beralih sepenuhnya pada tantangan kompetisi resmi yang akan segera dimulai, di mana setiap poin akan sangat berharga bagi ambisi masing-masing klub.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






