Buntut Kontroversi Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Massa Ormas Geruduk Kantor OT Group

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Buntut Kontroversi Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras, Massa Ormas Geruduk Kantor OT Group

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 16 Agustus 2026 | Jakarta, 14 Agustus 2026 – Suasana di kawasan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak riuh pada Jumat siang. Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi masyarakat (ormas), termasuk Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR), memadati depan kantor perusahaan Orang Tua (OT) Group. Aksi demonstrasi ini merupakan buntut dari kemarahan publik atas viralnya video tantangan hafalan ayat suci Al-Qur’an berhadiah minuman keras yang melibatkan produk ‘Newport’ milik perusahaan tersebut.

Pemicu Kemarahan Publik

Polemik ini bermula dari gelaran festival musik The Sounds Project 9 yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2026 di kawasan Ancol, Jakarta. Dalam salah satu stan promosi, ditemukan aktivitas tantangan hafalan ayat suci yang dikaitkan dengan produk minuman beralkohol. Video tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang kecaman, hingga muncul seruan boikot terhadap produk-produk keluaran Orang Tua Group.

Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap kesucian agama. Ketua Korwil FBR Jakarta Barat, Mudjamil Saleh, yang hadir di lokasi, menyatakan bahwa aksi mereka adalah bentuk pembelaan terhadap firman Allah SWT. Menurutnya, tidak ada ruang toleransi bagi pihak mana pun yang memperlakukan kitab suci sebagai bahan promosi komersial, terlebih jika dikaitkan dengan minuman keras.

Pengamanan Ketat dan Dampak Lalu Lintas

Guna mengantisipasi potensi kericuhan, aparat kepolisian dari Polsek Cengkareng mengerahkan sekitar 400 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Petugas bersiaga penuh di sekitar area gedung, terutama di gerbang utama, untuk menjaga keamanan obyek vital tersebut.

Kehadiran massa dalam jumlah besar berdampak signifikan pada arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Kendaraan roda empat, truk, hingga sepeda motor terpaksa merayap di tengah kepadatan yang mengular hingga satu kilometer. Kepadatan lalu lintas terpantau mulai dari arah bawah kolong Flyover Rawa Buaya menuju kawasan Cengkareng, memaksa petugas kepolisian bekerja ekstra keras untuk mengurai kemacetan di jalur utama tersebut.

Tuntutan Klarifikasi

Para pengunjuk rasa yang didominasi oleh pria dengan pakaian koko dan peci putih ini berkumpul di sekitar mobil komando. Mereka menuntut pihak manajemen Orang Tua Group untuk memberikan klarifikasi resmi dan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di Ancol tersebut. Setelah melakukan dialog dan diskusi singkat dengan pihak perwakilan perusahaan, massa aksi secara perlahan mulai membubarkan diri dengan tertib pada sore hari.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi perusahaan-perusahaan besar mengenai pentingnya menjaga sensitivitas budaya dan agama dalam setiap aktivitas promosi. Tekanan reputasi yang dihadapi oleh perusahaan consumer goods ini diharapkan menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam merancang kegiatan pemasaran di ruang publik, demi menjaga harmoni di tengah masyarakat.