21 Bulan Memimpin, Prabowo Subianto: Rakyat Indonesia Tidak Pantas Kelaparan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

21 Bulan Memimpin, Prabowo Subianto: Rakyat Indonesia Tidak Pantas Kelaparan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 Agustus 2026 | Jakarta — Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang digelar pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan refleksi mendalam atas masa 21 bulan pemerintahannya. Di hadapan para anggota legislatif, Presiden menegaskan bahwa orientasi utama kepemimpinannya adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi yang bersifat makro.

Presiden menyatakan bahwa sebagai negara anggota G20, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi untuk memastikan tidak ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan. Menurutnya, ukuran kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk memberi makan rakyatnya sendiri secara mandiri. Prabowo menekankan bahwa setiap rupiah investasi yang masuk ke tanah air wajib bermuara pada penciptaan lapangan kerja dan perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi terbawah.

Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Fondasi Masa Depan

Salah satu fokus utama pemerintah untuk mengatasi masalah mendasar adalah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden berkomitmen untuk terus menjalankan program ini dengan melakukan perbaikan dan efisiensi di berbagai aspek. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih tingginya angka gizi buruk di sejumlah daerah yang mencapai 25 persen, atau satu dari setiap empat anak Indonesia.

Presiden menegaskan bahwa pendidikan tidak akan optimal jika anak-anak belajar dalam kondisi lapar. Gizi buruk yang dibiarkan akan menghambat perkembangan fisik dan kognitif generasi penerus. Oleh karena itu, investasi dalam nutrisi dasar dianggap sebagai langkah krusial untuk mencetak talenta unggul yang nantinya mampu menjadi tulang punggung bangsa.

Gebrakan Infrastruktur dan Koperasi

Di sisi lain, pemerintah juga terus menggenjot pemerataan pembangunan. Salah satu contoh nyata adalah peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dilakukan Presiden secara virtual. Infrastruktur ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga desa dan akses pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam pidato pengantarnya turut menyoroti keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil, di antaranya:

  • Pembentukan Sekolah Rakyat untuk menjamin akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
  • Pembangunan Sekolah Unggul Garuda guna mencetak talenta di bidang sains dan teknologi.
  • Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai sarana demokrasi ekonomi untuk memperkuat posisi tawar petani dan nelayan.

Keberanian Mengambil Keputusan

Memasuki tahun ke-21 masa jabatannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui bahwa belum semua janji kampanye terselesaikan sepenuhnya. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah telah berani mengambil keputusan sulit untuk membenahi persoalan yang selama puluhan tahun dianggap rumit, seperti masalah pupuk yang sulit didapat dan fluktuasi harga gabah saat panen.

Pemerintah bertekad untuk terus bekerja keras dengan prinsip gotong royong. Fokus utama tetap pada empat pedoman: menjalankan amanat UUD 1945, melindungi kepentingan nasional, mempercepat penanganan kesulitan rakyat, serta memastikan kebijakan berorientasi pada masa depan anak dan cucu bangsa. Melalui kombinasi kebijakan pangan, pendidikan, dan penguatan ekonomi kerakyatan, pemerintah optimistis dapat membawa Indonesia menuju kedaulatan yang lebih adil dan makmur.