Drama di Gigante de Arroyito: Corinthians Bertahan dari Gempuran Rosario Central di Tengah Badai Internal

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Drama di Gigante de Arroyito: Corinthians Bertahan dari Gempuran Rosario Central di Tengah Badai Internal

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 Agustus 2026 | Laga sengit tersaji di Estadio Gigante de Arroyito saat Rosario Central menjamu raksasa Brasil, Corinthians, dalam leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (13/8) tersebut berakhir imbang tanpa gol, sebuah hasil yang disyukuri oleh tim tamu mengingat intensitas tinggi dan atmosfer panas yang menyelimuti stadion sepanjang laga.

Duel Tensi Tinggi di Tanah Argentina

Pertandingan sejak menit awal berjalan dengan sangat ketat. Rosario Central, di bawah arahan Jorge Almiron, tampil menekan dan berusaha memanfaatkan dukungan suporter tuan rumah untuk mencuri keunggulan. Pemain sayap Campaz menjadi ancaman paling nyata bagi pertahanan Corinthians, bahkan sempat memaksa kiper Hugo Souza melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Di sisi lain, Corinthians yang datang dengan misi memutus rekor buruk di Argentina, tampil disiplin. Meskipun sempat mengalami momen-momen kacau di mana pengadil lapangan terlihat kehilangan kendali atas jalannya pertandingan, skuad asuhan Fernando Diniz mampu meredam gempuran lawan. Peluang emas sempat hadir bagi tim tamu melalui aksi Bidu yang nyaris memecah kebuntuan, namun skor kacamata tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Badai Internal Pasca Kepergian Memphis Depay

Hasil imbang ini terasa lebih berat bagi Corinthians karena mereka harus melakoninya di tengah gejolak internal yang masif. Pekan ini, klub secara mengejutkan membatalkan perpanjangan kontrak bintang mereka, Memphis Depay. Keputusan yang diambil manajemen dengan alasan menjaga kesehatan finansial klub tersebut memicu kemarahan sang pemain.

Depay secara terbuka mengecam tindakan klub yang dianggap melanggar janji kesepakatan kontrak selama dua tahun. Pemain asal Belanda tersebut bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum atas perlakuan yang ia sebut tidak dapat diterima. Situasi ini tentu menjadi sorotan utama dalam konferensi pers pasca-pertandingan, di mana pelatih Fernando Diniz mengungkapkan kesedihan mendalamnya.

Diniz, yang sangat mengharapkan kehadiran Depay untuk membangun fondasi tim jangka panjang, mengaku terpukul dengan situasi ini. Ia menyatakan bahwa meskipun tim merasa sedih kehilangan sosok kunci yang telah berkontribusi dalam tiga gelar juara, para pemain tetap menunjukkan profesionalisme tinggi di lapangan. Diniz tetap membuka pintu jika manajemen klub suatu saat nanti mengubah keputusannya terkait masa depan Depay.

Statistik dan Tantangan Masa Depan

Hasil imbang 0-0 ini memberikan catatan tersendiri bagi sejarah partisipasi Corinthians di Argentina. Berikut adalah ringkasan performa mereka dalam laga tandang fase gugur melawan klub Argentina:

  • Total pertandingan tandang fase gugur di Argentina: 15 laga.
  • Rekor: 0 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 11 kekalahan.
  • Total gol: 13 gol dicetak, 27 gol kemasukan.

Dengan hasil imbang ini, Corinthians setidaknya berhasil membawa pulang modal berharga untuk leg kedua yang akan dimainkan di Itaquera. Meski demikian, pekerjaan rumah Fernando Diniz tidak hanya terbatas pada taktik di atas lapangan hijau. Menjaga moral pemain di tengah konflik manajemen dan tuntutan hukum dari mantan bintang mereka akan menjadi tantangan besar demi menjaga ambisi klub di Copa Libertadores musim ini.

Secara keseluruhan, keberhasilan Corinthians menahan imbang Rosario Central membuktikan ketangguhan mental skuad di tengah badai internal yang menerjang klub. Fokus kini beralih pada leg kedua, di mana Corinthians harus mampu mengonversi peluang menjadi gol jika ingin melangkah lebih jauh ke babak perempat final.