Drama Dramatis di Aspmyra: Bodø/Glimt Singkirkan Union Saint-Gilloise Menuju Play-off Liga Champions

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Agustus 2026 | Babak kualifikasi ketiga Liga Champions UEFA musim 2026/2027 menyajikan drama yang menguras emosi, terutama dalam pertarungan antara klub Norwegia, Bodø/Glimt, dan wakil Belgia, Royale Union Saint-Gilloise. Setelah melalui dua leg yang penuh ketegangan, Bodø/Glimt akhirnya memastikan diri melaju ke babak play-off setelah meraih kemenangan agregat 6-5 yang dramatis.

Pertarungan Sengit di Aspmyra

Setelah bermain imbang 3-3 pada pertemuan pertama di Albertparkstadion, kedua tim memasuki leg kedua di Aspmyra Stadion dengan ambisi yang sama besar. Pertandingan penentuan ini berlangsung sangat ketat hingga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah skor 2-2 bertahan hingga akhir waktu normal. Dalam momen krusial di menit ke-117, Andreas Helmersen muncul sebagai pahlawan bagi tuan rumah dengan mencetak gol kemenangan yang memastikan Bodø/Glimt menang 3-2 pada malam itu, sekaligus mengunci keunggulan agregat 6-5.

Pertandingan ini tidak hanya diwarnai oleh intensitas tinggi, tetapi juga kedisiplinan yang buruk dari kubu tamu. Union Saint-Gilloise harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain di lapangan, dan situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan dengan tambahan dua kartu merah yang diberikan kepada pemain mereka. Ketegangan ini mencerminkan betapa besarnya tekanan yang dirasakan oleh kedua tim dalam upaya memperebutkan tiket menuju fase liga Liga Champions.

Debut Pahit Relebohile Mofokeng

Bagi bintang muda asal Afrika Selatan, Relebohile Mofokeng, pertandingan ini menjadi momen yang emosional. Setelah mencetak gol pada debut liga domestiknya akhir pekan lalu, pemain berusia 21 tahun ini melakukan debutnya di Liga Champions dengan masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-91. Namun, impiannya untuk mencicipi fase liga kompetisi elit Eropa harus tertunda musim ini karena kekalahan timnya. Meski tersingkir dari Liga Champions, Mofokeng dan rekan-rekannya di Union Saint-Gilloise tidak sepenuhnya meninggalkan kompetisi Eropa. Mereka kini akan mengalihkan fokus mereka ke fase liga UEFA Europa League, di mana mereka berpotensi menghadapi klub-klub besar benua biru.

Langkah Selanjutnya di Babak Play-off

Dengan keberhasilan menyingkirkan Union Saint-Gilloise, Bodø/Glimt kini telah dinanti oleh lawan berat di babak play-off, yakni klub asal Belanda, NEC Nijmegen. NEC berhasil melaju setelah menyingkirkan Olympiacos melalui kemenangan 2-1 di babak perpanjangan waktu. Pertandingan play-off ini dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus di Nijmegen, sementara leg kedua akan dimainkan di markas Bodø/Glimt pada 25 Agustus mendatang.

Keberhasilan Bodø/Glimt melangkah ke tahap ini menegaskan kembali reputasi mereka sebagai tim yang tangguh di kancah Eropa. Bagi Union Saint-Gilloise, kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki disiplin dan mentalitas pemain dalam menghadapi laga-laga krusial di masa depan. Sementara itu, dunia sepak bola kini menantikan apakah tim asal Norwegia ini mampu melanjutkan kejutan mereka hingga mencapai fase liga Liga Champions yang prestisius.

Tersingkirnya Union Saint-Gilloise dari kualifikasi Liga Champions menjadi pengingat betapa tipisnya margin perbedaan di level tertinggi sepak bola Eropa. Meski ambisi utama untuk tampil di Liga Champions telah pupus, perjalanan musim 2026/2027 bagi klub Belgia tersebut masih panjang. Fokus mereka kini beralih sepenuhnya untuk tampil maksimal di Liga Europa, sementara Bodø/Glimt akan berjuang mati-matian dalam dua leg melawan NEC Nijmegen untuk memastikan tempat mereka di antara klub-klub elit Eropa musim ini.