Gayatri Putri News – 13 Agustus 2026 | Jakarta—Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk mengubah posisi Indonesia dalam peta kebencanaan global. Dalam pembukaan pameran internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026), Pratikno menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh lagi sekadar menjadi pasar produk asing atau laboratorium bencana.
“Target kita jelas, Indonesia harus menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia. Kita bukan hanya laboratorium bencana, apalagi supermarket bagi produk-produk kebencanaan luar negeri,” ujar Pratikno di hadapan para pelaku industri dan delegasi internasional.
Pratikno menyoroti realitas bahwa bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan risiko bencana yang cukup tinggi. Data pemerintah menunjukkan setidaknya terjadi 5.000 kasus bencana setiap tahun di Tanah Air, di mana lebih dari 95 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi yang kian diperparah oleh dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, kemandirian dalam pengembangan teknologi kebencanaan menjadi harga mati.
Transformasi Peringatan Dini Menjadi Aksi Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Pratikno menekankan pentingnya efektivitas sistem peringatan dini. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak diikuti dengan respons cepat di lapangan. Informasi yang tersaji di ruang kendali harus segera diterjemahkan menjadi tindakan penyelamatan warga.
“Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali; informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan nyawa,” tegasnya. Pemerintah sendiri saat ini terus mendorong kolaborasi antara kementerian, lembaga seperti BNPB, Basarnas, BMKG, hingga sektor swasta untuk mengintegrasikan sistem keselamatan modern.
Menepis Isu Mundur di Tengah Tugas Negara
Di balik agenda besar di Jakarta, Pratikno juga memberikan klarifikasi terkait isu miring yang sempat beredar mengenai dirinya. Ia membantah kabar yang menyebutkan dirinya sedang sakit atau mengundurkan diri dari jabatannya di Kabinet Merah Putih. Sebaliknya, ia justru menunjukkan dedikasi penuh dengan turun langsung ke lapangan untuk menangani krisis.
Sebelum menghadiri pembukaan EDRR Expo 2026, Pratikno terpantau berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, untuk memimpin koordinasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, ia memastikan penanganan titik api dilakukan secara optimal. “Saya baru saja dari Bromo untuk rapat koordinasi percepatan pemadaman kebakaran. Jadi, isu saya sakit atau mundur itu tidak benar,” tuturnya.
Penguatan Industri Kebencanaan Nasional
Pameran EDRR Indonesia 2026 yang berlangsung selama tiga hari hingga 14 Agustus 2026 menjadi momentum strategis untuk menjembatani kebutuhan pemerintah dengan inovasi pelaku industri. Sebanyak lebih dari 80 perusahaan dari dalam dan luar negeri memamerkan berbagai solusi teknologi, mulai dari peralatan medis darurat, sistem pemadam kebakaran, hingga teknologi mitigasi maritim.
Pemerintah mendorong agar ajang ini menjadi wahana alih teknologi, riset bersama, dan investasi langsung. Dengan memperkuat kapasitas industri dalam negeri, diharapkan Indonesia mampu memproduksi peralatan penyelamatan sendiri yang sesuai dengan karakteristik geografis wilayah Indonesia yang unik. Langkah ini dipandang sebagai kunci utama agar Indonesia dapat mandiri dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan, sekaligus mampu berkontribusi bagi dunia internasional dalam bidang teknologi kebencanaan.
Langkah strategis yang diambil pemerintah melalui penguatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menurunkan dampak risiko bencana di masa depan. Dengan mengubah paradigma dari sekadar wilayah yang rentan menjadi pusat keunggulan teknologi, Indonesia diharapkan mampu menjadi teladan bagi negara lain dalam hal kesiapsiagaan dan manajemen kebencanaan yang efektif.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






