Gayatri Putri News – 12 Agustus 2026 | Kabar mengejutkan datang dari kiai kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, yang baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur Jalan Raya Padangan-Ngawi, tepatnya di wilayah Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Insiden yang terjadi pada Senin malam, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 22.40 WIB tersebut sempat menyita perhatian publik karena kondisi mobil yang ditumpangi kiai kharismatik tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kronologi Kecelakaan di Jalur Buka-Tutup
Peristiwa nahas itu bermula ketika mobil Toyota Alphard dengan nomor polisi S 148 AH yang ditumpangi KH Anwar Zahid sedang dalam perjalanan. Saat melintasi jalur tersebut, terdapat proyek perbaikan jalan yang menerapkan sistem buka-tutup arus kendaraan. Mobil yang dikemudikan oleh sopirnya, Ansori, berhenti di antrean kendaraan akibat sistem tersebut.
Namun, tanpa diduga, sebuah truk trailer bermuatan oksigen dengan nomor polisi S 9491 UH yang melaju dari arah belakang tidak mampu menguasai kendaraannya. Sopir truk, Wawan Purwanto, diduga kurang memperhatikan situasi di depannya sehingga menabrak bagian belakang mobil yang ditumpangi kiai yang akrab disapa Abah Anza tersebut. Akibat kerasnya benturan, mobil Alphard terdorong hingga menabrak kendaraan lain yang berada tepat di depannya. Posisi kiai yang sedang duduk di kursi tengah membuat beliau merasakan guncangan yang sangat kuat.
Keteguhan Hati Sang Kiai
Meski sempat dibawa ke RSUD Padangan untuk menjalani pemeriksaan medis, KH Anwar Zahid dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka serius. Walaupun keluarga dan tim medis menyarankan agar beliau beristirahat total untuk pemulihan, Abah Anza justru menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap tugas dakwahnya.
Hanya berselang beberapa jam setelah insiden tersebut, beliau memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Banjarnegara, Jawa Tengah, guna mengisi acara pengajian umum yang telah dijadwalkan. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, di hadapan ribuan jemaah di Lapangan Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, KH Anwar Zahid tampak tegar menceritakan detik-detik mencekam kecelakaan yang dialaminya. Dengan gaya khasnya yang jenaka, beliau berusaha menenangkan jemaah sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim piatu di sela-sela tausiyahnya.
Pentingnya Kewaspadaan di Jalan Raya
Kejadian yang menimpa KH Anwar Zahid menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan akan pentingnya kewaspadaan saat berkendara, terutama di area yang sedang mengalami perbaikan jalan. Di hari yang sama, kecelakaan maut lainnya juga terjadi di Jalan Raya By Pass Mojokerto yang merenggut nyawa seorang pramugari bus Transjatim, Ikrimatus Zahronisa Kusuma, setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak truk. Rentetan peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama yang harus diutamakan setiap saat.
Kisah KH Anwar Zahid yang tetap menjalankan amanah dakwah pasca-kecelakaan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dedikasi beliau yang tidak membiarkan musibah menghalangi kewajiban kepada umat merupakan cerminan ketabahan seorang pendakwah. Meski mobilnya ringsek, beliau tetap bersyukur atas perlindungan Tuhan yang menjaganya dari cedera fatal, sehingga tetap bisa menyapa jemaah dengan kondisi fisik yang prima.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






