Tragedi di Stasiun Jurang Mangu: Pelajar 14 Tahun Tewas Tertemper KRL, Ibu Korban Histeris

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Tragedi di Stasiun Jurang Mangu: Pelajar 14 Tahun Tewas Tertemper KRL, Ibu Korban Histeris

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Agustus 2026 | Suasana duka menyelimuti Stasiun Jurang Mangu, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8/2026) sore. Seorang pelajar perempuan berinisial R (14), yang diketahui merupakan siswi di salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Aren, dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Kejadian ini memicu kepanikan di area stasiun dan segera direspons oleh petugas keamanan dalam (PKD) serta aparat kepolisian yang tiba tak lama kemudian untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian dilarikan ke RSUD Tangerang Selatan untuk penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.

Momen Pilu di Lokasi Kejadian

Duka mendalam tampak jelas saat ibu korban tiba di Stasiun Jurang Mangu setelah menerima kabar mengenai musibah yang menimpa anaknya. Sang ibu tidak kuasa menahan tangis dan sempat histeris di lokasi kejadian. Sambil terisak, ia berulang kali menanyakan kondisi buah hatinya sebelum akhirnya dibopong oleh petugas untuk melihat jenazah R untuk terakhir kalinya.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, sempat berupaya menenangkan ibu korban di tengah situasi yang sangat emosional tersebut. Setelah melalui proses identifikasi dan penanganan medis, jenazah R akhirnya disemayamkan dan telah dimakamkan di TPU Marabunta, Pondok Ranji, pada Selasa (11/8/2026), setelah disalatkan di Masjid At Taqwa, Kompleks Pertamina Pondok Ranji.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi serta penyebab pasti mengapa korban berada di jalur kereta. Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah insiden ini berkaitan dengan dugaan bunuh diri atau faktor lain.

Pihak berwajib saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi dan memeriksa area tempat kejadian perkara. Polisi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab tewasnya pelajar tersebut sampai proses penyelidikan selesai dilakukan secara menyeluruh.

Dampak Operasional KRL

Insiden di Stasiun Jurang Mangu ini juga berdampak pada perjalanan KRL Commuter Line relasi Tanah Abang menuju Rangkasbitung. KAI Commuter mencatat setidaknya empat perjalanan kereta mengalami keterlambatan dengan durasi antara 14 hingga 25 menit selama proses evakuasi berlangsung.

Berikut adalah rincian keterlambatan perjalanan KRL yang terdampak:

  • KA 1742D relasi Tanah Abang-Parung Panjang: Terlambat sekitar 25 menit.
  • KA 1744D relasi Tanah Abang-Rangkasbitung: Terlambat sekitar 22 menit.
  • KA 1746D: Terlambat sekitar 20 menit.
  • KA 1748D relasi Tanah Abang-Tigaraksa: Terlambat sekitar 14 menit.

Pihak KAI Commuter menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta keluarga korban. Pengguna jasa KRL diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas di stasiun demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama selama berada di area fasilitas publik tersebut.

Kepergian R di usia yang sangat muda tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat. Penyelidikan oleh pihak kepolisian saat ini menjadi tumpuan utama agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan, sekaligus memberikan jawaban atas teka-teki yang menyelimuti insiden di Stasiun Jurang Mangu ini.