Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Rusia telah memperkenalkan sistem perang elektronik baru bernama Volna Kupol Garant yang dirancang untuk mengganggu komunikasi satelit Starlink. Sistem ini bekerja dengan memancarkan sinyal radio berfrekuensi tinggi yang menggunakan teknik pancaran sempit ke arah satelit Starlink.
Sinyal tersebut diklaim mampu membebani antena penerima di satelit, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat menerima sinyal yang dikirim dari terminal pengguna di wilayah yang menjadi target.
‘Volna tidak menghancurkan wahana antariksa secara fisik, tetapi selama proses penyinaran, sistem ini memblokir kemampuan satelit tertentu untuk melayani terminal di darat,’ kata Dmitry Kuzyakin, perancang utama Center for Integrated Unmanned Solutions.
Starlink merupakan layanan internet satelit milik perusahaan antariksa SpaceX yang menyediakan akses internet melalui ribuan satelit yang mengorbit di luar angkasa. Layanan ini telah digunakan oleh warga Ukraina, termasuk di wilayah yang diduduki oleh Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta Presiden AS Donald Trump agar Starlink dapat membantu Ukraina dalam urusan penargetan serangan di dalam wilayah Rusia.
Rusia telah memperkenalkan sistem perang elektronik baru bernama Volna Kupol Garant yang dirancang untuk mengganggu komunikasi satelit Starlink.
Sistem ini bekerja dengan memancarkan sinyal radio berfrekuensi tinggi yang menggunakan teknik pancaran sempit ke arah satelit Starlink.
Sinyal tersebut diklaim mampu membebani antena penerima di satelit, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat menerima sinyal yang dikirim dari terminal pengguna di wilayah yang menjadi target.
Starlink merupakan layanan internet satelit milik perusahaan antariksa SpaceX yang menyediakan akses internet melalui ribuan satelit yang mengorbit di luar angkasa.
Layanan ini telah digunakan oleh warga Ukraina, termasuk di wilayah yang diduduki oleh Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta Presiden AS Donald Trump agar Starlink dapat membantu Ukraina dalam urusan penargetan serangan di dalam wilayah Rusia.
Rusia telah memperkenalkan sistem perang elektronik baru bernama Volna Kupol Garant yang dirancang untuk mengganggu komunikasi satelit Starlink.
Sistem ini bekerja dengan memancarkan sinyal radio berfrekuensi tinggi yang menggunakan teknik pancaran sempit ke arah satelit Starlink.
Sinyal tersebut diklaim mampu membebani antena penerima di satelit, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat menerima sinyal yang dikirim dari terminal pengguna di wilayah yang menjadi target.
Starlink merupakan layanan internet satelit milik perusahaan antariksa SpaceX yang menyediakan akses internet melalui ribuan satelit yang mengorbit di luar angkasa.
Layanan ini telah digunakan oleh warga Ukraina, termasuk di wilayah yang diduduki oleh Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta Presiden AS Donald Trump agar Starlink dapat membantu Ukraina dalam urusan penargetan serangan di dalam wilayah Rusia.
Volna Kupol Garant bukanlah senjata perang desktruktif yang merusak jaringan atau terminal Starlink di darat. Ia mengacaukan pancaran sinyal satelit Starlink pakai pancaran gelombang radio terkonsentrasi.
Tujuannya untuk mencegah satelit Starlink menerima transmisi dari pengguna di wilayah yang Starlink lalui.
Sistem milik Rusia ini terdiri dari enam modul yang dipasangkan pada trailer, di mana masing-masing trailer membawa dua antena satelit yang dapat diarahkan dan terbungkus di bawah kubah pelindung yang tembus gelombang radio.
Susunan modular ini memungkinkan antena untuk tetap terpasang pada trailer atau beroperasi di darat secara terpisah, dan mampu memberikan fleksibilitas lebih besar di berbagai lingkungan operasional dan persyaratan penyebaran.
Volna Kupol Garant mengandalkan sinyal radio frekuensi tinggi dengan pancaran sempit yang berbeda dari sistem peperangan elektronik konvensional.
Sistem ini menghasilkan interferensi di delapan pita transmisi data Starlink, masing-masing berukuran 62,5 MHz, menggunakan sistem antena susunan bertahap terarah.
Transmisi ini bisa membebani antena receiver di satelit Starlink dalam beberapa waktu.
Kondisi ini menyebabkan transmisi sinyal dari terminal di bawah area cakupan tak bisa ditangkap satelit Starlink di orbit rendah Bumi.
Sistem ini juga memiliki kemampuan untuk mengganggu dan bahkan melumpuhkan operasi pesawat ruang angkasa.
Rusia telah memperkenalkan sistem perang elektronik baru bernama Volna Kupol Garant yang dirancang untuk mengganggu komunikasi satelit Starlink.
Sistem ini bekerja dengan memancarkan sinyal radio berfrekuensi tinggi yang menggunakan teknik pancaran sempit ke arah satelit Starlink.
Sinyal tersebut diklaim mampu membebani antena penerima di satelit, sehingga untuk sementara waktu tidak dapat menerima sinyal yang dikirim dari terminal pengguna di wilayah yang menjadi target.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






