Geger Istana Nurul Iman: Sultan Brunei Resmi Cabut Gelar Menantu Kerajaan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Geger Istana Nurul Iman: Sultan Brunei Resmi Cabut Gelar Menantu Kerajaan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Keluarga Kesultanan Brunei Darussalam tengah menjadi sorotan publik internasional menyusul dikeluarkannya dekret kerajaan oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Sang pemimpin tertinggi Brunei secara resmi mencabut gelar kerajaan yang selama ini disandang oleh menantu perempuannya, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan yang bersifat segera ini diumumkan melalui pengumuman resmi dari Kantor Grand Chamberlain pada awal Agustus 2026.

Gelar yang dicabut adalah Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri, sebuah kehormatan tinggi yang sebelumnya dianugerahkan kepada Raabi’atul Adawiyyah setelah ia resmi dipersunting oleh putra ketiga Sultan, Pangeran Abdul Malik, pada April 2015 silam. Pernikahan keduanya sempat mencuri perhatian dunia karena dirayakan secara megah selama 11 hari berturut-turut di Istana Nurul Iman, istana terbesar di dunia yang memiliki 1.788 kamar.

Alasan di Balik Pencabutan Gelar

Pihak istana melalui Pemangku Grand Chamberlain, Pengiran Haji Raffizanna bin Pengiran Haji Razali, menyatakan bahwa pencabutan gelar ini merupakan titah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah. Meski detail mengenai perilaku spesifik tidak diungkapkan secara rinci, pernyataan resmi menyebutkan beberapa poin utama yang menjadi dasar keputusan tersebut:

  • Perilaku Raabi’atul Adawiyyah dinilai tidak lagi layak sebagai anggota keluarga kerajaan.
  • Tindakannya dianggap telah mencoreng nama baik Kesultanan Brunei Darussalam.
  • Adanya indikasi kurangnya rasa hormat terhadap Sultan, Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, serta keluarga kerajaan lainnya.

Hingga saat ini, pihak istana tetap menutup rapat informasi mengenai insiden spesifik yang memicu tindakan tegas ini. Tidak ada keterangan tambahan yang diberikan baik dari pihak kerajaan maupun media resmi pemerintah, Pelita Brunei, terkait aktivitas atau perilaku yang dianggap melanggar etika kerajaan tersebut.

Profil Singkat Pengiran Raabi’atul Adawiyyah

Pengiran Raabi’atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan dikenal publik sebagai sosok yang multitalenta sebelum memasuki lingkungan istana. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi dan pernah berkarier sebagai instruktur IT serta analis data. Namanya sempat populer di kancah nasional sebagai finalis Miss World Muslimah pada 2013, serta dikenal aktif dalam berbagai kompetisi keagamaan sejak remaja, seperti lomba membaca Al-Qur’an.

Dalam kehidupan pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik, Raabi’atul dikaruniai empat orang putri. Sejak bergabung dengan keluarga kerajaan, ia kerap tampil dalam acara-acara formal dengan busana yang anggun. Namun, dengan dicabutnya gelar kerajaan ini, ia kini kehilangan status sebagai Yang Mulia, sebuah perubahan drastis bagi sosok yang sebelumnya menjadi bagian dari lingkaran terdalam Kesultanan Brunei.

Keputusan Sultan Hassanal Bolkiah ini menegaskan betapa ketatnya aturan dan norma yang berlaku di lingkungan istana. Sebagai kepala negara yang memegang kendali penuh, tindakan Sultan dipandang sebagai upaya untuk menjaga martabat dan kehormatan institusi kerajaan. Meskipun berita ini mengejutkan publik, stabilitas di lingkungan kerajaan diperkirakan tetap terjaga mengingat posisi Pangeran Abdul Malik sendiri yang saat ini tengah mengemban amanah sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri Brunei.