Kehadiran Megawati Soekarnoputri di Acara Erros Djarot: Refleksi Kebenaran dan Pertemuan Tokoh Nasional

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Kehadiran Megawati Soekarnoputri di Acara Erros Djarot: Refleksi Kebenaran dan Pertemuan Tokoh Nasional

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Jakarta kembali menjadi pusat perhatian politik dan budaya pada Minggu (9/8/2026). Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, hadir dalam acara peluncuran buku autobiografi Erros Djarot volume 2 dan 3 yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kehadiran tokoh sentral partai banteng tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi dunia literasi, tetapi juga menjadi magnet bagi kehadiran berbagai tokoh nasional lintas generasi.

Megawati tampak hadir dengan busana bernuansa batik merah dan hitam. Ia didampingi oleh sejumlah kerabat keluarga besar Soekarno, di antaranya Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno, serta Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga. Suasana hangat menyelimuti acara yang dipandu oleh wartawan senior Bambang Harymurti tersebut, di mana Megawati sempat melontarkan candaan ringan mengenai hubungan persahabatannya yang panjang dengan Erros Djarot.

Sisi Humanis dan Pesan Kebenaran

Dalam kesempatan tersebut, Megawati menyinggung bahwa isi autobiografi Erros Djarot mengandung narasi yang sangat personal. Dengan nada bercanda, ia sempat berseloroh mengenai beberapa cerita di dalam buku yang melibatkan dirinya sebagai pelaku utama. Di balik suasana santai tersebut, buku ini membawa pesan moral yang sangat kuat. Erros Djarot menekankan pentingnya kejujuran melalui kutipan yang tertuang dalam undangan resmi acara:

  • Sampaikan kebenaran walau terasa menyakitkan.
  • Jangan biarkan kebenaran yang disembunyikan menggerogoti pikiran dan batin selamanya.

Pesan ini menjadi inti dari diskusi yang dibedah oleh tokoh-tokoh seperti mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi, mantan Kapolri Jenderal Purn Suroyo Bimantoro, serta pengusaha Haidar Bagir. Mereka sepakat bahwa gaya penulisan Erros dalam buku ini tidak terjebak pada narsisme, melainkan menempatkan dirinya sebagai pencerita yang objektif.

Interaksi Tokoh Lintas Kubu

Salah satu aspek yang paling menyita perhatian publik adalah kehadiran sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kehadiran Anies di GKJ menjadi sorotan karena ini merupakan kali kedua ia terlihat berada dalam satu acara dengan Megawati dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Sebelumnya, keduanya sempat berinteraksi dalam acara pernikahan cucu pertama Megawati pada awal Agustus 2026.

Selain Anies, acara tersebut juga dihadiri oleh sederet tokoh nasional lainnya, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang politik ini memberikan warna tersendiri di tengah dinamika politik nasional yang sedang berlangsung.

Acara peluncuran buku ini tidak hanya diisi dengan bedah literasi, tetapi juga dimeriahkan oleh panggung hiburan yang menampilkan musisi papan atas seperti Once Mekel, Dira Sugandi, hingga gitaris virtuoso Balawan. Penampilan para seniman ini menambah suasana akrab di antara para tamu undangan yang hadir dari berbagai kalangan.

Secara keseluruhan, kehadiran Megawati Soekarnoputri pada momen peluncuran buku Erros Djarot menunjukkan betapa eratnya jalinan persahabatan antara tokoh politik dan seniman di Indonesia. Pertemuan yang melibatkan berbagai figur publik nasional ini memberikan pesan bahwa di balik perbedaan pandangan politik, ruang diskusi dan apresiasi terhadap karya budaya tetap menjadi jembatan yang mempersatukan banyak pihak dalam suasana yang cair dan bersahabat.