Kabut Asap Mulai Kepung Banjarmasin, BPBD Catat 31 Titik Api

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Kabut Asap Mulai Kepung Banjarmasin, BPBD Catat 31 Titik Api

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Agustus 2026 | Musim kemarau yang berkepanjangan memicu peningkatan ancaman kebakaran lahan dan hutan di wilayah Banjarmasin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin melaporkan adanya lonjakan signifikan pada jumlah titik api di berbagai penjuru kota hingga Minggu (10/8/2026).

Peningkatan Luasan Lahan Terbakar

Berdasarkan data terkini dari BPBD, jumlah titik api telah meningkat menjadi 31 titik dari sebelumnya yang tercatat sebanyak 26 titik. Kondisi ini berbanding lurus dengan luasan lahan yang terdampak, di mana area yang terbakar kini mencapai 5,11 hektare, meningkat drastis dari angka sebelumnya yaitu 2,30 hektare.

Berikut adalah beberapa wilayah di Kecamatan Banjarmasin Selatan yang terpantau terdampak paparan kabut asap:

  • Kelurahan Tanjung Pagar
  • Kelurahan Pemurus Dalam
  • Kelurahan Basirih Selatan
  • Kelurahan Kelayan Timur
  • Kelurahan Pekauman

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi sejauh ini masih terbatas pada lahan kosong dan semak belukar. Api dipastikan tidak merambah hingga ke area persawahan, perkebunan, maupun kawasan permukiman warga.

Langkah Antisipasi dan Imbauan

Pihak BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif, terutama di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih yang menjadi titik perhatian khusus. Meskipun belum ada laporan mengenai kerugian material yang besar, masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Petugas menekankan beberapa poin penting untuk mencegah meluasnya kabut asap di Banjarmasin:

  1. Masyarakat dilarang keras membakar sampah di area terbuka.
  2. Perhatian khusus pada pembuangan puntung rokok sembarangan yang bisa memicu api.
  3. Segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran di lahan kosong.

Hingga saat ini, BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas ke wilayah yang lebih padat penduduk.