Aktivitas Seismik Jawa Barat: Sukabumi Terasa Getaran Gempa Magnitudo 5,3

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Agustus 2026 | Wilayah Jawa Barat kembali merasakan guncangan gempa bumi yang cukup signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran pada Rabu, 5 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi pada pukul 21.55 WIB ini memicu getaran yang dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi.

Pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 18 kilometer dengan titik koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur. Guncangan akibat gempa ini bervariasi intensitasnya di berbagai wilayah. Berikut adalah rincian skala intensitas berdasarkan laporan BMKG:

  • Skala III-IV MMI: Terasa di Kabupaten Sukabumi dan Kabandungan.
  • Skala III MMI: Terasa di Nagrak, Kalapanunggal, Cilacap, serta sejumlah wilayah di Bandung Raya seperti Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk.
  • Skala II-III MMI: Meliputi Kota Sukabumi, Soreang, Ciwidey, Pangalengan, dan Banjarnegara.
  • Skala II MMI: Terasa di Pelabuhanratu, Sumedang, Ngamprah, Parongpong, Cihanjuang, dan Lembang.

Menanggapi peristiwa tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran segera melakukan langkah mitigasi dengan memantau kondisi di sepanjang kawasan pesisir. Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana, memastikan bahwa seluruh personel telah disiagakan untuk memeriksa dampak gempa di wilayah masing-masing. Hingga saat ini, tidak ditemukan laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Aktivitas tektonik di wilayah Jawa Barat memang tergolong cukup aktif. Sebelumnya, wilayah Pangandaran juga sempat diguncang gempa magnitudo 5,0 pada Oktober 2024 yang getarannya turut dirasakan hingga Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Selain itu, wilayah Bogor juga pernah mencatat gempa dangkal berkekuatan magnitudo 3,5 pada Agustus 2026 yang dirasakan nyata oleh masyarakat setempat hingga skala III MMI.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penting bagi warga untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia. Kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di wilayah rawan gempa, seperti Sukabumi dan sekitarnya, harus terus ditingkatkan dengan memahami prosedur evakuasi mandiri.

Secara keseluruhan, rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memperkuat upaya mitigasi bencana. Koordinasi antarinstansi, seperti yang ditunjukkan oleh kesiapsiagaan Tagana dan pemantauan rutin BMKG, menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dampak gempa bumi bagi penduduk di wilayah Jawa Barat.