PLN EPI Petakan Potensi Ekonomi Warga di Kupang

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

PLN EPI Petakan Potensi Ekonomi Warga di Kupang

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah memulai proses pemetaan kebutuhan dan potensi ekonomi warga di wilayah Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat. Pemetaan ini dilakukan seiring dengan pembangunan PLTMG Kupang Peaker, sebuah fasilitas gasifikasi PLTMG yang bertujuan meningkatkan pasokan listrik di Nusa Tenggara Timur.

Proses pemetaan dimulai dengan koordinasi lintas lembaga. Berikut daftar pihak yang terlibat:

  • PLN EPI
  • PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang
  • Pemerintah kecamatan dan desa
  • Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
  • Aparat keamanan setempat
  • Tokoh masyarakat

Ruang dialog ini dirancang untuk menyeimbangkan rencana pengembangan proyek dengan kebutuhan nyata warga. Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menekankan pentingnya partisipasi warga sejak tahap awal agar tercipta pemahaman bersama.

Pemetaan tersebut akan menjadi dasar bagi PLN EPI dalam menyusun program pemberdayaan yang relevan dengan kondisi lokal. Fokus utama adalah mengidentifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat berkembang sejalan dengan infrastruktur energi baru.

Berikut contoh sektor yang potensial untuk dikembangkan:

Bidang Usaha Potensi Peningkatan
Pengolahan hasil laut 10% kenaikan pendapatan
Pariwisata budaya 15% peningkatan kunjungan
Pertanian organik 12% peningkatan produksi

Langkah selanjutnya melibatkan analisis data lapangan, diskusi kelompok fokus, dan penyusunan rencana aksi bersama. Semua kegiatan dirancang agar manfaat pembangunan energi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dengan pendekatan ini, PLN EPI berharap tidak hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan warga Desa Lifuleo dan sekitarnya.

— Sumber: https://www.suaralandak.co.id/pln-epi-potensi-ekonomi-warga-kupang
— Editor: Rizky Zulianda
— Penulis: Muhammad Nur