Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Tim Ekspedisi Patriot 11 Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan sebuah platform digital bernama lerehfarma.id yang ditujukan bagi warga transmigrasi di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Platform ini dirancang untuk mempermudah akses informasi kesehatan, khususnya terkait ketersediaan obat dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Inisiatif ini berangkat dari keterbatasan akses obat yang sering dialami warga, terutama di Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat. Melalui platform lerehfarma.id, warga dapat mengecek stok obat secara real-time, menemukan lokasi fasilitas kesehatan terdekat, serta mengakses panduan pencegahan penyakit. Selain itu, tersedia pula fitur pengaduan kendala layanan kesehatan yang dapat digunakan warga untuk menyampaikan masalah yang mereka hadapi.
Fitur Utama Platform Lerehfarma.id
Platform ini menyediakan beberapa fitur utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan warga, antara lain:
- Pengecekan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan terdekat.
- Informasi lokasi fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan Pustu.
- Panduan pencegahan penyakit yang dapat diakses kapan saja.
- Fitur pengaduan kendala layanan kesehatan secara digital.
Dengan fitur-fitur tersebut, diharapkan warga dapat lebih mandiri dalam mengelola kesehatan mereka dan mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis akibat ketidakpastian stok obat.
Tanggapan Tenaga Kesehatan Setempat
Bidan Sinta, salah satu tenaga kesehatan di Distrik Yapsi, menyambut baik kehadiran platform ini. Menurutnya, platform digital tersebut sangat membantu warga untuk memastikan ketersediaan obat sebelum mereka datang ke Pustu. “Dengan adanya platform ini, warga tidak perlu lagi datang jauh-jauh hanya untuk mengetahui apakah obat tersedia atau tidak,” ujarnya.
Inisiatif Tim Ekspedisi Patriot 11 ITB ini merupakan bagian dari upaya pengabdian masyarakat yang memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan akses kesehatan di daerah terpencil. Diharapkan platform lerehfarma.id dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya ke wilayah lain di Papua.
Editor: Rizky Zulianda
Penulis: Muhammad Nur
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






