Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Penilaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini tidak lagi sekadar menghitung berapa banyak soal yang dijawab dengan benar oleh peserta. Sistem penilaian terbaru menerapkan pendekatan Item Response Theory (IRT) untuk memperkirakan kemampuan siswa secara lebih akurat dengan mempertimbangkan karakteristik setiap butir soal yang dikerjakan.
Apa Itu Item Response Theory?
Item Response Theory atau IRT merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan seseorang melalui respons terhadap serangkaian soal. Dalam penerapannya, jawaban peserta dianalisis bersama karakteristik butir soal yang dikerjakan, bukan hanya dihitung sebagai benar atau salah semata.
Metode ini bertujuan menghasilkan pengukuran kemampuan yang lebih terstandar, terutama dalam asesmen berskala besar seperti TKA. Dengan demikian, penilaian tidak berhenti pada penghitungan jawaban benar, tetapi juga memperhatikan informasi yang terkandung dalam setiap soal.
Faktor yang Mempengaruhi Skor TKA
Dalam sistem IRT, terdapat beberapa komponen utama yang menentukan hasil akhir penilaian peserta. Komponen-komponen tersebut antara lain:
- Tingkat kesulitan soal, yaitu seberapa sulit suatu butir soal bagi peserta pada umumnya.
- Daya pembeda soal, yakni kemampuan soal membedakan peserta berkemampuan tinggi dan rendah.
- Pola jawaban peserta, yang mencerminkan konsistensi dan strategi dalam menjawab soal.
Ketiga faktor tersebut dianalisis secara bersamaan sehingga menghasilkan estimasi kemampuan yang lebih presisi dibandingkan metode penghitungan sederhana.
Keunggulan Penilaian Berbasis IRT
Penerapan IRT dalam TKA memberikan sejumlah keunggulan, terutama dalam konteks asesmen berskala besar. Metode ini mampu menghasilkan skor yang lebih adil karena setiap peserta dinilai berdasarkan karakteristik soal yang benar-benar mereka hadapi.
Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan perbandingan kemampuan antar peserta yang lebih setara, meskipun mereka mengerjakan paket soal yang berbeda. Dengan demikian, hasil TKA dapat menjadi gambaran kemampuan siswa yang lebih terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






