Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | KRC Genk akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah melalui periode sulit yang membuat mereka terpuruk di papan tengah klasemen Jupiler Pro League. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas KV Kortrijk di Cegeka Arena menjadi obat rindu bagi para pendukung setia klub berjuluk De Smurfen tersebut, sekaligus menandai kemenangan pertama mereka sejak 28 Agustus 2026.
Hasil ini terasa sangat berarti mengingat Genk sempat mengumpulkan torehan mengecewakan dengan hanya meraih 8 hingga 9 poin dari 21 poin yang tersedia. Posisi mereka di klasemen pun melorot, tertinggal jauh dari empat besar yang menjadi target utama musim ini. Tekanan pun semakin besar mengarah kepada pelatih Jess Thorup yang dituntut segera menemukan formula terbaik untuk mengembalikan performa tim.
Keputusan Berani Thorup yang Berbuah Manis
Perubahan besar datang dari keputusan taktis Thorup yang berani merombak lini tengah. Ia memberikan kepercayaan penuh kepada Daan Heymans untuk tampil sejak menit awal, menggeser Jeppe Erenbjerg ke bangku cadangan. Keputusan ini terbukti tepat sasaran dalam hitungan menit pertandingan berjalan.
Baru tiga menit laga berjalan, Heymans langsung membuka keunggulan melalui tendangan voli spektakuler yang tidak mampu dijangkau kiper Kortrijk, Gunnarsson. Gol cepat tersebut langsung membangun momentum dan mentalitas tim tuan rumah untuk terus menekan pertahanan lawan.
“Kami menampilkan performa yang kuat. Terutama semangat juang dan energi yang saya lihat hari ini, persis seperti yang saya harapkan dari tim saya. Keputusan untuk memainkan Heymans sejak awal terbukti tepat,” ujar Thorup dalam keterangan resmi klub.
Heymans Genggam Kesempatan Emas
Bagi Heymans, laga melawan Kortrijk menjadi momen pembuktian diri. Sebelumnya, ia sempat tersingkir dari starting eleven setelah kekalahan di pekan pembuka melawan Waregem, dan hanya mendapatkan kesempatan bermain sebagai pemain pengganti. Kini, ia menunjukkan kualitasnya dengan satu gol dan satu assist.
Pemain berusia 27 tahun itu mengakui bahwa golnya merupakan hasil dari keberanian mengambil risiko. “Itu adalah bola segala atau tidak sama sekali. Jika berhasil, Anda bisa menikmatinya untuk sementara waktu,” ungkapnya kepada DAZN. Ia pun mengaku masih merasa bisa mencetak lebih banyak gol dalam pertandingan tersebut.
Menariknya, Heymans juga menyoroti aspek emosional dalam permainannya. Ia mengakui bahwa insiden kecil menjelang pergantian pemain memang tidak perlu, namun hal itu justru membawa energi positif bagi tim dan membangkitkan semangat para pendukung di stadion.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Penuh Genk
Genk tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Setelah gol pembuka Heymans, tim tuan rumah terus menggempur pertahanan Kortrijk. Pada menit ke-13, keunggulan mereka bertambah menjadi 2-0 melalui gol bunuh diri Harrison Murray-Campbell setelah memanfaatkan umpan silang Adedeji-Sternberg.
Petaka bagi Kortrijk semakin lengkap di awal babak kedua. Murray-Campbell harus menerima kartu kuning keduanya setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Kayembe, memaksa tim tamu bermain dengan sepuluh pemain. Meski kiper Gunnarsson sempat tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, gawangnya kembali bobol pada menit ke-60.
Kayembe mengirim bola kepada Heymans yang kemudian melepaskan voli terarah. Rafiu Durosinmi yang berdiri di posisi tepat dengan mudah menyelesaikan peluang menjadi gol ketiga. Durosinmi tampil impresif dengan satu gol dan satu assist, menjadikannya salah satu aktor kunci kemenangan Genk.
Pandangan ke Depan: Konsistensi Jadi Kunci
Meski meraih kemenangan besar, baik pelatih maupun pemain enggan jemawa. Heymans menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlalu tinggi hati setelah kemenangan ini. Ia menyadari bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan.
“Kami tidak boleh sombong setelah kemenangan ini. Pekan-pekan mendatang tidak boleh ada alasan lagi. Sekarang ada rangkaian pertandingan di mana kami harus meraih poin dan melanjutkan tren positif ini,” tegas Heymans.
Thorup sendiri menyebut laga melawan Kortrijk sebagai pertandingan wajib menang. Ia berharap hasil ini menjadi titik balik untuk membangun rangkaian kemenangan yang lebih panjang. Pelatih asal Denmark itu juga menekankan bahwa performa Heymans menjadi bukti betapa dalamnya kualitas yang dimiliki skuadnya.
Selanjutnya, Genk akan menghadapi laga penting di ajang Piala Belgia melawan klub divisi dua Excelsior Virton pada Sabtu mendatang. Setelah itu, mereka akan menjamu Standard Liege pada 25 Oktober, sebelum melakoni laga tandang melawan KV Mechelen dan Union Saint-Gilloise.
Peta Persaingan di Papan Atas
Kemenangan ini membawa Genk naik beberapa peringkat di klasemen, meskipun jarak dengan rival-rival utama seperti Anderlecht, Club Brugge, dan AA Gent belum berubah karena mereka juga meraih poin penuh. Sementara itu, Sporting Charleroi dan Union akan memainkan pertandingan mereka di hari berikutnya.
Dengan ambisi besar untuk finis di posisi tiga besar, Genk wajib menjaga konsistensi performa. Kemenangan atas Kortrijk menjadi fondasi penting, tetapi bukan jaminan kesuksesan. Konsistensi dan kemampuan memanfaatkan kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu apakah KRC Genk benar-benar menemukan resep sukses baru musim ini.
Bagi para pendukung, penampilan melawan Kortrijk memberikan secercah harapan bahwa tim kesayangan mereka siap kembali bersaing di papan atas. Namun, ujian sebenarnya baru akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan ketika Genk menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh. Jika Heymans dan rekan-rekannya mampu mempertahankan level permainan seperti ini, bukan tidak mungkin target finis di tiga besar akan terwujud di akhir musim nanti.
Sumber Berita: Voetbalnieuws Offside, VoetbalBelgie, VoetbalFocus, dan laporan pertandingan Jupiler Pro League.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






